PSSI Tangsel Seleksi 30 Pemain, Skuad Porprov Mulai Dimatangkan
CIPUTAT – Persiapan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 terus digeber. Saat ini, proses seleksi pemain masih berlangsung untuk membentuk skuad terbaik yang akan mewakili Tangsel pada ajang yang digelar November mendatang.
Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tangsel, Erlangga Yudha Nugraha, mengatakan sekitar 30 pemain saat ini masuk dalam proses seleksi tim putra. Jumlah tersebut masih bisa berubah karena jajaran pelatih terus memantau kemampuan pemain melalui latihan dan pertandingan uji coba.
“Untuk saat ini memang kami masih terus berlatih dan bertanding. Artinya, kami sudah menseleksi kurang lebih 30 pemain. Dan itu prosesnya masih keluar masuk,” ujar Erlangga, Senin (21/9).
Menurutnya, pemain yang dinilai belum memenuhi kebutuhan tim akan digantikan dengan pemain lain. Pola tersebut dilakukan untuk mendapatkan komposisi terbaik sebelum skuad akhirnya ditetapkan.
Menurutnya, komposisi pemain akan terus disempurnakan dengan memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pola tersebut dilakukan untuk mendapatkan komposisi terbaik sebelum skuad akhirnya ditetapkan.
“Artinya, kira-kira dari 30, misalkan lima orang masih kurang bagus, kita cari lagi lima orang. Kurang lebih seperti ini. Dan ini masih terus berjalan,” katanya.
Dari sekitar 30 pemain yang mengikuti seleksi, nantinya akan dikerucutkan menjadi sekitar 25 pemain. Jumlah tersebut belum termasuk ofisial yang akan mendampingi tim selama Porprov.
Untuk mengukur kemampuan dan kekompakan pemain, PSSI Tangsel juga rutin menggelar pertandingan uji coba. Saat ini, uji coba dilakukan sekitar dua pekan sekali. Intensitas pertandingan akan ditingkatkan ketika pelaksanaan Porprov semakin dekat.
“Uji coba aja pun masih terus berjalan. Sisa ini baru latihan. Tapi nanti kalau sudah mendekati, kita semakin intens. Bisa seminggu sekali,” jelas Erlangga.
Sementara itu, pemusatan latihan atau training camp (TC) masih dilakukan secara berpindah-pindah. Tim menggunakan sejumlah lapangan sebagai lokasi latihan, salah satunya di Lapangan Kera Sakti, di wilayah Setu.
Dalam proses pembentukan tim, Erlangga menegaskan bahwa kemampuan individu bukan satu-satunya pertimbangan. Ia ingin pemain yang terpilih memiliki kemampuan bekerja sama dan memahami permainan sebagai sebuah tim.
“Kalau saya sih menekankan bahwa ini kan kerja kelompok. Bukan kerja individu. Jadi yang diharapkan dari para pemain ini bisa bekerja sama dengan orang lain. Bukan secara individu,” tuturnya.
Kemampuan individu, lanjut dia, tetap dibutuhkan dalam pertandingan. Namun, kemampuan tersebut harus bisa mendukung permainan tim secara keseluruhan.
“Dia harus lebih menguasai bola. Tapi kalau dia menggunakan kemampuan individualnya bisa. Tapi tanpa punya kemampuan berkelompoknya.
Kemampuan berkelompoknya mungkin akan kita pikirkan lagi. Kita lebih menekankan bahwa ini kerja sama tim,” sambungnya.
Tim putra Tangsel sendiri diasuh pelatih Sahroni Ambon. Dalam persiapannya, PSSI Tangsel juga mulai memetakan kekuatan calon lawan. Erlangga menyebut Kota Tangerang masih menjadi salah satu tim yang perlu diwaspadai karena menjadi lawan berat pada Porprov sebelumnya.
“Kalau lawan terberat sebetulnya masih sama kayak Porprov kemarin dari Kota Tangerang. Kota Tangerang yang memang lawan terberat kita,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, PSSI Tangsel tentu ingin memberikan hasil maksimal. Erlangga menargetkan timnya mampu meraih gelar juara meski diakuinya dukungan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam persiapan.
“Tangsel ini menjadi tuan rumah. Kita harus bisa maksimal sampai dengan juara. Walaupun memang anggaran menjadi lawan terberat,” ungkapnya.
Selain tim putra, PSSI Tangsel juga menyiapkan tim putri untuk berlaga di Porprov. Persiapan tim putri relatif lebih siap karena komposisi pemain dinilai sudah cukup solid. Seleksi tidak dilakukan sebanyak tim putra karena mayoritas pemain sudah ditentukan.
Saat ini, tim putri fokus menjalani latihan dan uji coba. Minimnya kompetisi sepak bola putri menjadi salah satu kendala sehingga pertandingan persahabatan dimanfaatkan untuk menjaga kesiapan tim.
Erlangga optimistis tim putri mampu berbicara banyak di Porprov nanti. Salah satu modalnya adalah pengalaman bertanding di Gothia Cup di Swedia.
“Kalau untuk putri saya optimis juara. Karena punya pengalaman kemarin bertanding di Gothia Cup di Swedia,” katanya.
Pengalaman tampil di kompetisi internasional tersebut dinilai memberikan tambahan jam terbang bagi para pemain. Salah satunya ketika tim putri Tangsel mampu mengalahkan SSB asal Swedia dengan skor 3-0.
“Artinya secara pengalaman mungkin lebih matang. Terakhir kan kita menang, cukup membanggakan ya menang 3-0 lawan SSB dari Swedia itu jadi pengalaman tim Putri lah untuk kedepannya,” pungkasnya.
Untuk apresiasi bagi pemain, PSSI Tangsel juga menyiapkan bonus. Namun, besaran bonus masih menyesuaikan pembahasan dan penganggaran dari pemerintah daerah maupun KONI. Erlangga mengatakan PSSI sendiri telah menyiapkan bonus dengan capaian prestasi sebagai salah satu acuannya.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu





