TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

DWP Setda Tangsel Dorong Guru Perkuat Pendampingan Anak di Era Digital

Reporter & Editor : Irma Permata Sari
Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo. (Ist)
Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo. (Ist)

CIPUTAT — Perkembangan teknologi digital membuat anak dan remaja semakin mudah mengakses beragam informasi. Di satu sisi memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga membawa risiko yang perlu diantisipasi, terutama karena anak masih berada dalam tahap pertumbuhan dan pembentukan karakter.

 

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Seminar Edukasi Dampak Digital terhadap Anak dan Remaja yang diinisiasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Puspemkot Tangsel, Rabu (23/9).

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Bambang Noertjahjo, mengatakan anak usia sekolah masih membutuhkan pendampingan dalam memilah berbagai informasi yang mereka dapatkan dari dunia digital.

 

Menurutnya, anak-anak pada jenjang SD hingga SMP cenderung mudah menyerap informasi. Karena itu, peran orang tua dan guru menjadi penting untuk membantu mereka memahami sekaligus menyaring informasi yang diterima.

 

“Di sisi lain, dunia digital juga menghadirkan tantangan yang harus kita sikapi, di mana anak-anak maupun remaja merupakan kelompok yang masih berada dalam tahap-tahap pertumbuhan dan pembentukan karakter,” ujarnya.

 

Bambang menilai, menghadapi perkembangan teknologi tidak cukup hanya dengan membatasi penggunaan gawai atau akses internet. Anak juga perlu dibekali kemampuan agar dapat memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab.

 

Dalam hal ini, guru memiliki posisi penting karena tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan. Guru juga berperan dalam membentuk karakter, membangun kebiasaan positif, serta menjadi tempat bagi siswa untuk mendapatkan arahan ketika menghadapi persoalan.

 

“Karena itu kita perlu, yang kita perlukan bukan sekadar membatasi anak dalam menggunakan teknologi, tetapi membangun kemampuan mereka untuk menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab. Di sinilah peran para guru menjadi sangat penting,” katanya.

 

Ia secara khusus menyoroti peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah. Menurutnya, guru BK dapat menjadi salah satu pihak yang membantu mencegah berbagai persoalan yang muncul akibat penggunaan teknologi maupun lingkungan pergaulan anak.

 

Bambang juga meminta materi yang diperoleh dalam seminar tidak berhenti sebagai pengetahuan bagi para peserta. Edukasi tersebut diharapkan diteruskan kepada siswa dan diterapkan dalam lingkungan sekolah masing-masing.

 

“Ilmu dan pemahaman yang diperoleh hari ini hendaknya diteruskan kepada anak-anak kita di sekolah masing-masing, sebagaimana tujuan kegiatan ini, di mana para peserta diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa mengenai penggunaan dunia digital secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab, serta melaksanakan tindak lanjut di lingkungan sekolah masing-masing,” tuturnya.

 

Menurut Bambang, upaya melindungi anak di tengah perkembangan teknologi membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam memberikan pendampingan.

 

“Bapak, Ibu semua, ada satu hal yang penting yang perlu kita bangun bersama yaitu kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Pemerintah dapat menghadirkan kebijakan dan program, sekolah dapat memberikan pendidikan dan pendampingan, guru dapat menjadi pembimbing sekaligus teladan. Orang tua memberikan pengawasan, penguatan di lingkungan keluarga,” jelasnya.

 

Ia berharap perkembangan teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk mendorong anak meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan prestasi, tanpa mengabaikan pembentukan karakter.

 

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Rudi Darmawan, mengapresiasi inisiatif DWP Setda Tangsel yang mengangkat isu keamanan digital bagi anak.

 

Rudi mengatakan, keamanan digital menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Menurutnya, edukasi kepada anak perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur.

 

“Yang pertama, terima kasih inisiasi yang sudah dilakukan oleh Dharma Wanita Persatuan Setda Kota Tangerang Selatan untuk bisa mengadvokasi lebih jauh terkait dengan keamanan digital,” ujarnya.

 

Rudi menambahkan, Dindikbud Tangsel juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menghadirkan program edukasi keamanan digital yang menyasar sedikitnya 1.000 peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA di Tangsel.

 

Program tersebut akan memperluas edukasi yang sebelumnya telah dilakukan Dindikbud bersama kepala sekolah dan guru dengan sasaran yang berbeda.

 

Di sisi lain, Rudi menyampaikan masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan di Tangsel. Salah satunya terkait ketersediaan tenaga pendidik.

 

Berdasarkan perhitungan kebutuhan ideal, Tangsel masih kekurangan sekitar 900 guru. Kebutuhan tersebut dihitung dengan mempertimbangkan rasio guru dan murid serta perkembangan jumlah penduduk usia sekolah.

 

Persoalan lainnya berkaitan dengan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Rudi menyebut ketersediaan guru pendamping khusus (GPK) masih menjadi salah satu kendala untuk mengoptimalkan layanan tersebut di sekolah formal.

 

Ia mengatakan, dari 99 guru yang secara nasional telah memiliki sertifikasi untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus, baru lima guru di Tangsel yang menjalankan fungsi sebagai GPK. Sementara kebutuhan di Tangsel diperkirakan mencapai lebih dari 80 GPK.

 

Rudi berharap berbagai tantangan tersebut dapat ditangani secara bertahap sehingga layanan pendidikan, termasuk pendampingan anak dalam menghadapi perkembangan dunia digital, dapat semakin optimal.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Tangsel Monalisa Bambang Noertjahjo 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit