Baznas Gulirkan Sedekah Sampah, Dua Kali Penyetoran Terkumpul Rp 1,1 Juta
CIPUTAT-Program Sedekah Sampah yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) cukup efektif untuk mengurangi timbulan sampah. Dari dua kali penyetoran terkumpul Rp 1.159.700.
Program Sedekah Sampah mulai dijalankan Baznas Tangsel sejak Mei 2026. Konsepnya sederhana, masyarakat cukup memilah sampah yang masih memiliki nilai jual, kemudian mengumpulkannya untuk disetorkan melalui Bank Sampah.
Sampah seperti botol plastik, kardus, kertas hingga limbah perkantoran yang masih memiliki nilai ekonomis selanjutnya dikelola dan dikonversikan menjadi uang. Nilai tersebut kemudian dihimpun sebagai sedekah melalui Baznas Tangsel.
Sedekah Sampah telah menghasilkan Rp 1.159.700. Nilai tersebut menjadi hasil dari sampah yang dikumpulkan dan dipilah masyarakat untuk kemudian dialihkan menjadi amal.
Ketua Baznas Kota Tangsel, Mohamad Subhan mengatakan, program tersebut sekaligus membuka cara baru bagi masyarakat untuk bersedekah tanpa harus menunggu memiliki uang lebih.
"Sedekah tidak selalu harus menunggu memiliki harta lebih. Melalui Sedekah Sampah, sesuatu yang sudah tidak terpakai dapat kita ubah menjadi bagian dari kebaikan. Dengan memilah sampah, kita ikut menjaga lingkungan sekaligus menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujar Subhan, Minggu (27/9).
Menurutnya, Sedekah Sampah tidak hanya berbicara mengenai pengumpulan dana. Di dalamnya terdapat upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah sejak dari sumbernya.
Sampah yang biasanya langsung dibuang dapat dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenis dan nilai ekonominya. Setelah terkumpul, sampah tersebut memiliki nilai yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial melalui Baznas.
Konsep ini juga membuat aktivitas menjaga lingkungan berjalan beriringan dengan gerakan berbagi. Masyarakat tidak perlu melakukan sesuatu yang rumit untuk terlibat.
"Sampah rumah tangga maupun perkantoran yang masih bisa dimanfaatkan cukup dipisahkan dan disalurkan melalui mekanisme yang telah disiapkan," tuturnya.
Baznas Tangsel pun terus mendorong agar Sedekah Sampah tidak berhenti sebagai program, tetapi berkembang menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Sebab, semakin banyak sampah yang dipilah dan disetorkan, semakin besar pula potensi nilai yang dapat dikonversikan menjadi sedekah.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa nilai sebuah sedekah tidak selalu berasal dari sesuatu yang mahal.
"Barang yang dianggap tidak berguna pun dapat memiliki manfaat ketika dikelola dengan baik," imbuhnya.
Dari botol plastik, kardus, dan kertas yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, masyarakat bisa ikut menjaga lingkungan sekaligus menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Olahraga | 1 hari yang lalu
Internasional | 21 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu




