Beri Kemudahan, Daarul Hikmah Hadirkan Layanan Jemput Bola Urus Paspor bagi Ratusan Jemaah Haji
PAMULANG – Kabar baik bagi calon jemaah haji KBIHU Daarul Hikmah. Untuk memberikan kemudahan sekaligus kenyamanan, Yayasan Daarul Hikmah memfasilitasi layanan jemput bola pengurusan paspor bagi para jemaah di lingkungan yayasan, Pamulang, Selasa (29/9).
Layanan ini diikuti sekitar 120-an jemaah. Sebagian besar merupakan jemaah yang belum memiliki paspor sehingga melakukan pembuatan baru. Sementara beberapa jemaah lainnya memanfaatkan layanan tersebut untuk memperpanjang paspor yang telah kedaluwarsa.
Langkah ini menjadi bagian dari pelayanan Daarul Hikmah kepada jemaah, mengingat cukup banyak jemaah yang sudah lanjut usia dan memiliki keterbatasan mobilitas. Dengan layanan yang dihadirkan langsung ke yayasan, jemaah tidak perlu datang ke kantor Imigrasi untuk mengurus dokumen perjalanan.
Ketua Yayasan Daarul Hikmah, Hariyadi, mengatakan kemudahan tersebut sengaja diberikan karena karakteristik jemaah Daarul Hikmah yang cukup banyak berasal dari kalangan lansia. Selain kendala mobilitas, sebagian jemaah juga masih mengalami keterbatasan dalam menggunakan teknologi.
“Nah, ini upaya kita dalam rangka melayani jemaah ya khusus Darul Hikmah. Jemaahnya memang dikenal dalam tanda petik banyak jemaah lansia. Yang secara teknologi masih gaptek, yang kedua mungkin dari sisi mobilitasnya juga, fisik, kesehatan, segala macam juga ya sangat terbatas,” ujarnya.
Karena itu, pihak yayasan berupaya menghadirkan pelayanan sedekat mungkin dengan jemaah. Menurut Hariyadi, kehadiran layanan jemput bola membuat jemaah cukup datang ke yayasan dengan suasana yang lebih nyaman.
“Alhamdulillah imigrasi bersedia untuk datang ke yayasan melayani jemaah. Jadi, jemaah tidak harus jauh-jauh ke kantor imigrasi, cukup datang ke yayasan, lebih nyaman, waktunya bisa diatur, dan tentunya dekat,” katanya.
Hariyadi menyebut, jumlah jemaah Daarul Hikmah yang akan berangkat pada musim haji 2027 mencapai sekitar 207 orang. Jumlah tersebut kembali meningkat setelah pada 2025 pihaknya mendampingi sekitar 222 jemaah dan tahun sebelumnya berada di kisaran 175 jemaah.
Pelayanan pengurusan paspor ini juga bukan kali pertama digelar. Menurut Hariyadi, layanan serupa rutin difasilitasi setiap tahun sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan kepada jemaah.
Tak hanya urusan paspor, Daarul Hikmah juga berupaya mendekatkan layanan pemeriksaan kesehatan kepada jemaah. Saat pelaksanaan medical check up (MCU), misalnya, fasilitas pemeriksaan turut dihadirkan ke yayasan sehingga jemaah tidak perlu mendatangi rumah sakit.
“Udah jalan beberapa tahun ya, rutin, setiap tahun. Termasuk pada saat kita MCU, medical check up, jadi RSUD-nya kita bawa ke sini gitu. Mobil Rontgen-nya, apanya dibawa ke sini, gitu. Ya jadi jemaah tidak harus ke RSUD,” jelasnya.
Untuk pengurusan paspor, jemaah wajib membawa dokumen identitas asli sebagai persyaratan saat proses wawancara. Dokumen tersebut antara lain KTP, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, ijazah atau buku nikah.
“Yang pasti kalau untuk pembuatan paspor itu semuanya harus bawa dokumen data diri yang asli ya, seperti buku nikah, KTP tuh asli wajib, akta kelahiran, ijazah. Nah, atau di antara itu gitu. Kalau tidak ada seperti umpamanya tidak ada ijazah gitu kan, yang pasti tuh harus ada KTP, KK, akta kelahiran,” tuturnya.

Hariyadi mengatakan, proses pengurusan bagi jemaah yang hadir ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hari. Namun, bagi jemaah yang berhalangan hadir karena pekerjaan maupun keperluan lainnya, pengurusan dapat dilakukan menyusul.
Pantauan di lokasi, para jemaah terlihat antusias mengikuti layanan tersebut. Mereka dibagi menjadi dua kelompok dan menjalani proses secara bergantian. Satu per satu jemaah maju ke meja pelayanan untuk menjalani tahapan pengurusan paspor, mulai dari pemeriksaan data, pemotretan, pendaftaran sidik jari hingga wawancara.
Sejumlah jemaah lansia bahkan harus mendapatkan bantuan saat mengikuti proses pelayanan. Ada yang didampingi keluarga, sementara jemaah yang menggunakan kursi roda dibantu untuk berpindah dari satu tahapan ke tahapan berikutnya.
Suasana pelayanan berlangsung tertib dan nyaman. Pihak yayasan juga menyiapkan kebutuhan jemaah selama proses berlangsung sehingga mereka tidak harus menunggu dalam kondisi yang merepotkan.
Dari sisi usia, jemaah Daarul Hikmah juga cukup beragam. Hariyadi menyebut ada jemaah yang berusia sekitar 85 tahun. Di sisi lain, terdapat pula calon jemaah yang usianya masih sangat muda, bahkan ada yang baru duduk di bangku SMP atau memasuki SMA.
“Kita kalau nggak salah di kita itu mungkin ada yang di atas mungkin sekitar 85 ada kali ya. Nah, yang paling muda juga ada, kelihatannya Darul Hikmah ada yang paling muda nih, ada yang usianya kalau nggak salah dia baru SMP apa baru masuk SMA gitu,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh jemaah terus menjaga kesehatan hingga waktu keberangkatan tiba. Selain itu, jemaah diminta mengikuti seluruh rangkaian manasik dan arahan pembimbing agar memiliki bekal yang cukup selama menjalankan ibadah haji.
“Yang kedua pesan-pesan buat jemaah ya jaga kesehatan sampai dengan nanti waktunya pemberangkatan, niatkan dari sekarang dengan meluruskan niat, ikhlas bahwa haji itu ya. wa atimmul-hajja wal-ʻumrata lillāh, sempurnakan ibadah haji, ibadah umrah lillāh karena Allah, bukan karena ingin dipanggil haji,” pesannya.
Hariyadi juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kekompakan dan tidak memperdebatkan perbedaan mazhab dalam pelaksanaan ibadah. Menurutnya, perbedaan yang ada tetap dapat disikapi dengan saling menghormati selama seluruhnya memiliki dasar yang sah.
“Jadi buat para jemaah tentu niatkan dengan ikhlas lillahi ta'ala, insyaAllah nanti harta yang dikeluarkan untuk ibadah Allah ganti dengan berlipat ganda. Itu sehat semuanya dan ilmunya tentu ditambahin dengan cara tadi manasik haji, ikutin manasik hajinya, arahan-arahan dari pembimbing,” katanya.
KBIHU Daarul Hikmah sendiri telah mendampingi jemaah haji sejak 1983. Puluhan tahun pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memberikan pembinaan, termasuk berbagai pengalaman selama mendampingi jemaah di Tanah Suci.
“Di kita itu dari tahun 83 Darul Hikmah, berarti sudah hampir 40 tahun, artinya 40 kali mendampingi jemaah ya, mendampingi jemaah. Banyak pengalaman-pengalaman yang mungkin itu tidak termasuk ibadah, tapi pengalaman itu bisa dijadikan pelajaran, menambah pengetahuan,” tandasnya.
Internasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu




