Pemkot Dorong Warga Produktif Lewat Pelatihan Kerja
CIPUTAT-Bantuan sosial (Bansos) tak hanya jadi andalan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dalam entaskan kemiskinan. Masyarakat juga didorong miliki keterampilan dan penghasilan melalui berbagai program pemberdayaan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, bansos tetap diberikan sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, intervensi tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan agar masyarakat dapat lebih produktif.
“Selain bantuan sosial kita juga akan tingkatkan melalui pelatihan kerja, bukan hanya modal tapi bantuan-bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat miskin, supaya mereka bekerja di ekonomi kreatif,” ujar Benyamin, Selasa (29/9).
Pemberdayaan dilakukan melalui berbagai pelatihan, termasuk pengembangan UMKM. Masyarakat dibekali kemampuan mengembangkan produk, mengemas, memasarkan, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Selain sektor ekonomi, Pemkot juga menjalankan sejumlah program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Di antaranya melalui bedah Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH), penataan kawasan permukiman, serta peningkatan akses layanan kesehatan.
Penguatan Pos Gizi menjadi salah satu upaya di bidang kesehatan. Program ini menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian, seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Selain pemenuhan asupan gizi, penerima manfaat juga mendapatkan edukasi dan pendampingan.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, penerima manfaat ditentukan berdasarkan hasil penilaian kader kesehatan bersama nutrisionis.
“Yang penting nanti dari penilaian kader kesehatan bersama dengan nutrisionis. Nanti menentukan anak-anak mana saja yang kurang berat badannya, ibu hamil yang memang secara kemampuan finansial memiliki keterbatasan dalam memberikan makanan untuk dirinya sendiri,” jelas Pilar.
Pemkot juga memperkuat program berbasis data melalui Datara (Data Rakyat Tangerang Selatan). Data sosial ekonomi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan program dan intervensi agar lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, penanganan kemiskinan di Tangsel diarahkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Masyarakat juga didorong memiliki keterampilan, akses terhadap layanan dasar dan peluang ekonomi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup secara bertahap.
Internasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 18 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 22 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu




