“CFD BSD Edukasi Warga Sulap Sampah Organik Jadi Eco Enzyme”.
SERPONG — Car Free Day (CFD) BSD, Tangerang Selatan, tak hanya menjadi ruang bagi warga untuk berolahraga. Sejumlah booth juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi lingkungan, salah satunya mengenai pembuatan eco enzyme dari sampah organik rumah tangga.
Edukasi yang digagas Dinas Lingkungan Hidup tersebut mengajak masyarakat mengenal cara sederhana mengurangi timbulan sampah organik sekaligus memanfaatkannya kembali menjadi produk yang berguna.
Salah satu penyuluh, Katelyn, mengatakan eco enzyme dapat dibuat secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan kulit buah dan sisa sayuran. Namun, bahan yang digunakan harus bebas minyak dan tidak berasal dari makanan yang sudah dimasak.
“Program ini untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara meminimalisir sampah organik,” ujar Katelyn.
Menurutnya, bahan organik tersebut kemudian difermentasi selama sekitar tiga bulan hingga menghasilkan eco enzyme.
Komposisi yang digunakan cukup sederhana, yakni 10 bagian air bersih, satu bagian gula merah atau molase, serta tiga bagian bahan organik. Bahan-bahan tersebut relatif mudah ditemukan sehingga masyarakat dapat mempraktikkannya di rumah.

Foto : Al8fah MG
Edukasi tersebut juga menampilkan data mengenai persoalan sampah di Indonesia. Pada 2019, timbulan sampah nasional tercatat mencapai 67,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 57 persen merupakan sampah organik, 15 persen sampah plastik, 11 persen sampah kertas, dan 17 persen jenis sampah lainnya.
Selain mengajak masyarakat mengolah sampah organik, booth tersebut turut memberikan informasi mengenai upaya meminimalkan paparan gelombang elektromagnetik sebagai bagian dari edukasi lingkungan kepada pengunjung CFD BSD.
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




