TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

KMB UMJ Lantik Pengurus Baru, Pemuda Betawi Diminta Tak Sekadar Jadi Pewaris Budaya

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 05 Oktober 2026 | 18:38 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

CIPUTAT TIMUR – Keluarga Mahasiswa Betawi Universitas Muhammadiyah Jakarta (KMB UMJ) resmi melantik jajaran pengurus periode 2026-2027. Pelantikan yang dirangkaikan dengan Dialog Kebudayaan tersebut menjadi momentum untuk mendorong generasi muda Betawi agar tidak hanya menjadi pewaris budaya, tetapi juga berani mengambil peran strategis di tingkat nasional.

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Ikalum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu, mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Identitas, dan Menggerakkan Generasi Betawi di Tengah Arus Globalisasi”.

 

Melalui dialog tersebut, KMB UMJ membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda Betawi di tengah perubahan zaman. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan yakni regenerasi dan masih minimnya keberanian pemuda Betawi untuk mengambil peran lebih luas.

 

Ketua Umum KMB UMJ, Rafi Putra Rabbani, mengatakan persoalan regenerasi tidak hanya disebabkan terbatasnya ruang yang diberikan generasi senior. Menurutnya, pemuda juga perlu berani mengambil inisiatif dan menunjukkan kemampuan untuk berkontribusi.

 

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap fakta di lapangan. Hari ini, banyak ruang gerak pemuda Betawi yang tergeser karena mayoritas generasi tua belum mau memberikan kepercayaan penuh untuk proses regenerasi. Namun, di sisi lain, kita juga harus mengkritisi diri sendiri: masih sangat jarang pemuda Betawi yang mau mengambil langkah strategis dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia,” ujar Rafi Putra Rabbani, Senin (5/10).

 

Karena itu, keberadaan KMB UMJ diharapkan tidak sebatas menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa Betawi. Organisasi tersebut juga diarahkan menjadi ruang kaderisasi untuk membentuk generasi muda yang memiliki kapasitas, wawasan dan keberanian untuk mengambil peran di berbagai bidang.

 

“Melalui KMB UMJ inilah pemuda dan pemudi Betawi dibentuk, ditempa, dan disiapkan. Kami hadir sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan SDM Betawi yang berpendidikan, adaptif terhadap arus globalisasi, serta berani mengisi posisi-posisi strategis di Republik ini,” tegasnya.

 

Dalam dialog kebudayaan, KMB UMJ juga menekankan bahwa pelestarian budaya Betawi tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi dan kesenian. Nilai-nilai budaya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi generasi muda untuk berkiprah dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan hingga kebijakan publik.

 

Pengurus baru KMB UMJ periode 2026-2027 pun disiapkan untuk menjalankan sejumlah program yang berfokus pada penguatan literasi, pemberdayaan ekonomi serta pengawalan kebijakan publik yang berkaitan dengan pelestarian budaya Betawi.

 

KMB UMJ juga mengajak tokoh senior dan generasi muda Betawi membangun kolaborasi lintas generasi. Sinergi tersebut dinilai penting agar proses regenerasi berjalan lebih baik sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda Betawi untuk menunjukkan kapasitasnya.

 

Dengan demikian, generasi muda Betawi diharapkan tidak hanya dikenal sebagai penjaga identitas dan tradisi leluhur, tetapi juga mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia yang berpendidikan, adaptif dan berkontribusi dalam pembangunan di tingkat nasional maupun global.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit