TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Terlalu Sering Minum Manis, Waspada Diabetes hingga Gigi Rusak

Oleh: Silmi MG
Editor: AY
Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:34 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG – Minuman manis kerap menjadi pilihan sehari-hari, mulai dari teh manis, kopi kekinian hingga minuman kemasan. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini bisa membuat asupan gula harian melampaui batas yang dianjurkan dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.


Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 47,5 persen penduduk Indonesia berusia tiga tahun ke atas mengonsumsi minuman manis setidaknya satu kali dalam sehari.


Angka tersebut menunjukkan tingginya kebiasaan konsumsi minuman berpemanis di masyarakat. Padahal, gula dari minuman dapat masuk ke tubuh dalam jumlah cukup besar tanpa selalu disadari, terutama ketika dikonsumsi berulang kali dalam sehari.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari 10 persen dari total energi harian. Pada pola makan 2.000 kalori per hari, batas tersebut setara sekitar 50 gram atau 12 sendok teh gula.


WHO juga menyebutkan, membatasi konsumsi gula bebas hingga kurang dari 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.


Jika berlangsung dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebih dapat mendorong kenaikan berat badan hingga obesitas. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.


Tak hanya itu, tingginya konsumsi gula juga berkaitan dengan meningkatnya risiko karies atau gigi berlubang. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan ketika makanan dan minuman manis dikonsumsi terlalu sering.


Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan sumber gula bukan hanya dari makanan, tetapi juga dari minuman yang dikonsumsi setiap hari.


Mengurangi frekuensi minum manis, memilih produk dengan kadar gula lebih rendah, serta membatasi ukuran porsi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga asupan gula tetap terkendali.


Dengan begitu, kebiasaan menikmati minuman manis tetap bisa dilakukan tanpa mengabaikan risiko kesehatan dalam jangka panjang.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit