KPU Dorong Pemilih Muda Lebih Kritis & Aktif Berdemokrasi
CIPUTAT -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat pendidikan politik dan kepemiluan di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan yang digelar di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Kamis (8/10).
Kegiatan tersebut melibatkan civitas akademika UPJ, mulai dari mahasiswa hingga dosen. Forum ini menjadi ruang dialog untuk memperluas pemahaman peserta mengenai demokrasi, kepemiluan, serta posisi strategis generasi muda sebagai bagian dari pemilih.
Mengusung tema "Pemilih Muda, Cerdas, dan Progresif untuk Demokrasi Berkualitas", sosialisasi diarahkan tidak sekadar memberikan informasi mengenai Pemilu. Peserta juga diajak memahami bagaimana sikap kritis dan partisipasi masyarakat dapat memengaruhi kualitas kehidupan demokrasi.
KPU Tangsel menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang berbeda dalam kegiatan tersebut. Mereka yakni Pramono Ubaid Tanthowi dari Komnas HAM RI, Antonius Didik Trihatmoko dari Bawaslu Kota Tangsel, serta Ronald Maraden P. Silalahi yang merupakan Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni sekaligus dosen UPJ.
Perbedaan latar belakang para narasumber membuat pembahasan kepemiluan dilihat dari sejumlah perspektif. Mulai dari pemenuhan hak warga negara, pengawasan proses demokrasi, hingga keterlibatan mahasiswa dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.
Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya menjadi pendengar. Mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait berbagai persoalan kepemiluan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi berlangsung secara terbuka dengan membahas pentingnya kemampuan generasi muda dalam memilah informasi. Hal ini menjadi bagian penting mengingat perkembangan teknologi membuat masyarakat, termasuk pemilih muda, semakin mudah menerima beragam informasi mengenai isu politik dan kepemiluan.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama sesi dialog. Sejumlah pertanyaan disampaikan untuk memperdalam pemahaman mengenai demokrasi, hak pemilih, serta peran masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan Pemilu.
Ketua KPU Tangsel, M Taufiq MZ menilai, pendidikan pemilih tidak dapat dilakukan hanya menjelang pelaksanaan Pemilu. Pemahaman mengenai demokrasi perlu dibangun secara
konsisten agar masyarakat memiliki bekal pengetahuan jauh sebelum memasuki tahapan pemilihan.
"Pemilih muda perlu memiliki pengetahuan yang cukup, tetapi juga harus mampu melihat persoalan secara kritis dan tidak mudah menerima informasi begitu saja," ujarnya.
Ia melanjutkan, selain memahami hak sebagai pemilih, generasi muda juga didorong mengetahui tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi. Partisipasi dapat dilakukan tidak hanya ketika memberikan suara, tetapi juga melalui keterlibatan dalam diskusi publik dan pengawasan terhadap proses demokrasi.
"Kegiatan di lingkungan kampus seperti ini sekaligus menunjukkan pentingnya perguruan tinggi sebagai ruang pendidikan demokrasi. Mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut menyebarkan pemahaman mengenai kepemiluan kepada lingkungan sosialnya," ungkapnya
Melalui pendidikan pemilih berkelanjutan, KPU Tangsel berupaya membangun pemilih muda yang memiliki wawasan kepemiluan sekaligus kesadaran untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab.
"Generasi muda diharapkan tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara ketika Pemilu berlangsung, tetapi juga memahami proses demokrasi dan mampu menggunakan hak politiknya secara rasional," katanya.
Taufiq menjelaskan, KPU Tangsel pun terus mendorong agar kegiatan pendidikan pemilih dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Dengan semakin luasnya literasi kepemiluan, diharapkan kualitas partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi dapat terus berkembang.(dra)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Opini | 20 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu





