Dua Jari Patah, Raul Fernandez Tetap Finis Runner-up MotoGP Mandalika
LOMBOK – Raul Fernandez menunjukkan daya juang luar biasa dengan finis sebagai runner-up MotoGP Mandalika 2026 meski harus menahan rasa sakit akibat dua jari tangannya yang patah. Pembalap Trackhouse Racing itu bahkan sempat memimpin balapan sebelum akhirnya menyelesaikan lomba di posisi kedua.
Cedera tersebut dialami Fernandez setelah terjatuh dalam sesi Sprint Race, Sabtu (10/10/2026). Usai menjalani pemeriksaan di klinik, ia mendapat kabar bahwa salah satu jarinya yang biasa digunakan untuk mengerem mengalami patah tulang.
Namun, tingkat keparahan cederanya ternyata lebih serius dari perkiraan awal. Saat bangun pada Minggu pagi, Fernandez baru mengetahui bahwa bukan hanya satu, melainkan dua jarinya yang patah. Ia memilih merahasiakan kondisi tersebut dan tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi balapan utama.
“Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Kemarin, ketika terjatuh dan melihat kondisi tangan saya, itu menjadi momen yang sangat sulit,” ujar Fernandez, dikutip dari Motosan.
Ia mengaku sempat meragukan kemampuannya untuk memanfaatkan posisi start yang menguntungkan setelah mengetahui jarinya patah.
“Begitu tiba di klinik, saya tahu jari yang biasa saya gunakan untuk mengerem patah. Saya berpikir mungkin tidak bisa memanfaatkan pole position besok, tetapi kami akan mencoba dan melihat apa yang terjadi,” katanya.
“Pagi ini, ketika bangun, saya mengetahui bahwa bukan satu, melainkan dua jari yang patah. Tidak ada yang tahu. Saya mencoba merahasiakannya dan fokus pada balapan,” lanjutnya.
Cedera itu memaksa Fernandez mengubah teknik pengereman, terutama saat mengoperasikan rem depan. Ia harus menggunakan jari lain sekaligus menyesuaikan kembali sejumlah aspek berkendara agar tetap mampu bersaing.
“Saya mencoba mencari solusi untuk pengereman karena tidak bisa menggunakan jari yang biasa saya pakai. Saya harus menggunakan jari lain dan praktis memulai dari nol, mulai dari setelan motor, titik pengereman, hingga cara mengoperasikan rem depan,” tuturnya.
Menurut Fernandez, proses adaptasi tersebut bukan pekerjaan mudah. Meski begitu, ia mengaku cukup cepat menemukan kenyamanan saat balapan berlangsung.
Fernandez bahkan sempat berada di posisi terdepan dan berpeluang meraih kemenangan. Namun, sejumlah kesalahan membuatnya kehilangan keuntungan. Ia melebar dari lintasan dan mengalami penurunan performa ban hingga menjelang akhir balapan.
“Biasanya saya tidak membuat kesalahan ketika sedang memimpin, tetapi hari ini saya membuat terlalu banyak kesalahan. Saya merusak ban karena melebar dari lintasan, dan ban itu benar-benar habis pada akhir balapan,” ungkapnya.
Meski gagal mengakhiri balapan dengan kemenangan, finis di posisi kedua menjadi hasil impresif bagi Fernandez. Ia mampu menuntaskan balapan utama MotoGP Mandalika di tengah cedera dua jari yang memaksanya mengubah teknik pengereman dan beradaptasi dengan kondisi yang jauh dari ideal.
Kesehatan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



