TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Stok Beras 4,5 Juta Ton, BBM Aman untuk 20 Hari

Reporter & Editor : AY
Senin, 12 Oktober 2026 | 08:16 WIB
Stok beras di gudang Bulog. Foto : Ist
Stok beras di gudang Bulog. Foto : Ist

JAKARTA - Di tengah gejolak perang yang mengancam pasokan pangan dan energi dunia, Pemerintah memastikan stok beras nasional mencapai 4,5 juta ton. Sementara itu, cadangan BBM diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam 18–20 hari.


Konflik Rusia-Ukraina serta perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan dan kenaikan harga pangan, energi, serta pupuk. Gangguan di Selat Hormuz turut memperbesar risiko terhadap perdagangan energi global.


Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi global pada 2026 mencapai 4,7 persen, naik dari 4,1 persen pada 2025. Kenaikan harga ini berpotensi semakin menekan daya beli masyarakat.


Untuk menjaga ketahanan pangan, Perum Bulog memperkuat cadangan beras melalui penyerapan produksi dalam negeri. Hingga Jumat (9/10/2026), realisasi penyerapan gabah dan beras mencapai 4,11 juta ton.


Penguatan stok domestik dinilai penting karena Indonesia tidak bisa sepenuhnya mengandalkan impor. Negara pemasok seperti India, Vietnam, dan Thailand juga menghadapi tantangan produksi akibat perubahan iklim.


Di sektor energi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebut stok BBM nasional berada pada kisaran 18–20 hari. Namun, distribusi di sejumlah wilayah masih menghadapi kendala geografis dan cuaca ekstrem.


Laode juga mengungkapkan, konflik di Timur Tengah telah mengganggu sekitar 25 persen sumber impor BBM Indonesia. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah bersama Pertamina mencari pasokan langsung dari negara-negara yang masih memiliki persediaan.


Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai, situasi tersebut harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat produksi pangan dan energi domestik.


Selain memaksimalkan produksi, Pemerintah perlu mendiversifikasi negara pemasok agar tidak bergantung pada satu sumber. Insentif bagi petani dan produsen pangan juga perlu diperkuat untuk menjaga pasokan serta menekan risiko lonjakan harga.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit