TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Warga Malingping Tewas Tertibun Longsor Di Dalam Sumur

Saat Melakukan Pengurasan Sedalam 15 Meter

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:19 WIB
EVAKUASI. Tim SAR Gabungan sedang berupaya mengevakuasi M. Deni (38) warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang tertimbun longsor saat melakukan pengurasan di dalam sumur dengan kedalaman 15 meter, Minggu (11). (DOK. BASARNAS BANTEN)
EVAKUASI. Tim SAR Gabungan sedang berupaya mengevakuasi M. Deni (38) warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang tertimbun longsor saat melakukan pengurasan di dalam sumur dengan kedalaman 15 meter, Minggu (11). (DOK. BASARNAS BANTEN)

LEBAK - Nasib nahas menimpa M. Deni (38) warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, tertimbun longsor saat melakukan pengurasan di dalam sumur dengan kedalaman 15 meter, Minggu (11), sekitar pukul 07.30 WIB.

 

Namun, saat dilakukan evakuasi Tim SAR Gabungan kurang lebih selama 13 jam atau berhasil dievakuasi pada pukul 22.30 WIB, kondisi korban sudah tak bernyawa.

 

Dantim SAR Gabungan, Raeza Kurniawan, mengungkapkan, peristiwa bermula saat korban melakukan pengurasan atau penggalian sumur dengan kedalaman sekitar 15 meter. Saat itulah, tanah di dalam sumur longsor.

 

“Ketika sedang bekerja di dalam sumur, material tanah dari dinding sumur runtuh, dan menimbun korban hingga tidak dapat menyelamatkan diri. Kemarin (Minggu) kami mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan evakuasi terhadap korban,” kata Raeza, Senin (12/10).

 

Dia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengangkat material longsoran yang menimbun korban. Tim SAR gabungan juga melakukan penguatan atau shoring pada dinding sumur untuk mengurangi risiko runtuhan susulan selama proses penyelamatan berlangsung.

 

Setelah melakukan evaluasi dan menyusun rencana penanganan lanjut dia, tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

 

“Setelah melakukan evaluasi bersama pihak keluarga, tim melanjutkan proses evakuasi hingga akhirnya korban berhasil diangkat ke permukaan pukul 22.30 WIB. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumah duka,” katanya.

 

Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue USS Lebak, Kantor SAR Banten, Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak, Polsek Malingping, BPBD Kabupaten Lebak, perangkat Desa Cipeundeuy, unsur masyarakat, serta unsur pendukung lainnya.

 

“Dengan berhasil dievakuasinya korban, operasi SAR hari pertama diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dijadwalkan kembali ke satuan masing-masing,” pungkasnya.

 

Warga setempat, Ade mengatakan, bahwa korban belum melakukan pembersihan material lumpur di dalam sumur tersebut. “Nah, korban itu belum melakukan apa-apa. Pas sampai bawah, tanah langsung runtuh menimbun korban,” ungkapnya.

 

Menurut Ade, rumah tersebut dalam kondisi kosong, namun sumur tersebut dimanfaatkan oleh anaknya bernama Isak. “Rumahnya mah kosong tidak di isi, cuma kalau air nya dimanfaatkan sama anaknya Isak itu,” katanya lagi. 

 

Sementara, Sekretaris Desa Cipendeuy, Tomi mengungkapkan, Deni dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul dengan masyarakat. Semasa hidupnya, Deni juga menjabat sebagai wakil ketua pemuda Kampung Cikadu.

 

“Kang Deni itu dikenal ramah, dan juga bermasyarakat di Kampung Cikadu. Dia selalu menyapa semua orang,” kata Tomi.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit