TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemkab Lebak Tekankan Basis Data untuk Menjadi Dasar Kebijakan

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi Pemkab Lebak.(Photo by Chatgpt)
Ilustrasi Pemkab Lebak.(Photo by Chatgpt)

SERANG -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menekankan pentingnya data statistik yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah. Data yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi, meningkatkan daya saing usaha lokal, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.

 

Hal itu disampaikan Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lebak, Rahmat, saat mewakili Bupati Lebak dalam Insights Forum bertema “Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026” di Hotel Aston Serang, Selasa (13/10/2026).

 

Forum tersebut diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, dan dihadiri pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. “Perencanaan pembangunan harus bertumpu pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Rahmat.

 

Menurut Rahmat, data statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen strategis untuk menentukan sektor prioritas, membaca perubahan struktur ekonomi, mengidentifikasi hambatan usaha, hingga mengukur efektivitas program pembangunan.

 

Ia menilai, Sensus Ekonomi 2026 berperan penting dalam memotret kondisi dunia usaha dan struktur perekonomian. Hasil sensus itu dapat menjadi dasar bagi Pemkab Lebak dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.

 

Pemkab Lebak, kata Rahmat, memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari pertanian dan perkebunan, perdagangan, pariwisata, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar bernilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Potensi ekonomi Kabupaten Lebak sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rahmat.

 

Pemkab Lebak juga mendorong kolaborasi dengan BPS untuk meningkatkan kualitas statistik sektoral, mulai dari pengumpulan, pemutakhiran, hingga pemanfaatan data dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi program.

 

Selain itu, Rahmat menekankan pentingnya partisipasi pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026. Keterlibatan dunia usaha dinilai menentukan kelengkapan data mengenai aktivitas ekonomi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

 

Ke depan, Pemkab Lebak akan memprioritaskan penguatan UMKM, peningkatan investasi produktif, perluasan kesempatan kerja, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta peningkatan daya saing pelaku usaha lokal. “Pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan angka pertumbuhan. Kita juga harus memastikan pertumbuhan tersebut berkualitas, membuka kesempatan kerja, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas,” pungkasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit