Pemkab Lebak Tekankan Basis Data untuk Menjadi Dasar Kebijakan
SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menekankan pentingnya data statistik yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah. Data yang berkualitas dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi, meningkatkan daya saing usaha lokal, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lebak, Rahmat, saat mewakili Bupati Lebak dalam Insights Forum bertema “Membedah Lanskap Ekonomi Banten Era Industri 5.0 melalui Lensa Sensus Ekonomi 2026” di Hotel Aston Serang, Selasa (13/10/2026).
Forum tersebut diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, dan dihadiri pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. “Perencanaan pembangunan harus bertumpu pada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Rahmat.
Menurut Rahmat, data statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen strategis untuk menentukan sektor prioritas, membaca perubahan struktur ekonomi, mengidentifikasi hambatan usaha, hingga mengukur efektivitas program pembangunan.
Ia menilai, Sensus Ekonomi 2026 berperan penting dalam memotret kondisi dunia usaha dan struktur perekonomian. Hasil sensus itu dapat menjadi dasar bagi Pemkab Lebak dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
Pemkab Lebak, kata Rahmat, memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari pertanian dan perkebunan, perdagangan, pariwisata, hingga industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar bernilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Potensi ekonomi Kabupaten Lebak sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rahmat.
Pemkab Lebak juga mendorong kolaborasi dengan BPS untuk meningkatkan kualitas statistik sektoral, mulai dari pengumpulan, pemutakhiran, hingga pemanfaatan data dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi program.
Selain itu, Rahmat menekankan pentingnya partisipasi pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026. Keterlibatan dunia usaha dinilai menentukan kelengkapan data mengenai aktivitas ekonomi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
Ke depan, Pemkab Lebak akan memprioritaskan penguatan UMKM, peningkatan investasi produktif, perluasan kesempatan kerja, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta peningkatan daya saing pelaku usaha lokal. “Pembangunan ekonomi tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan angka pertumbuhan. Kita juga harus memastikan pertumbuhan tersebut berkualitas, membuka kesempatan kerja, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas,” pungkasnya.(*)
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Internasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




