5.427 Kopdes di Jateng Beroperasi, Zulhas Bidik Ekonomi Desa Tumbuh
JAWA TENGAH – Sebanyak 5.427 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah telah beroperasi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berharap koperasi ini menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Zulhas saat meninjau tiga Kopdes Merah Putih di Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (13/10/2026). Lokasi yang dikunjungi meliputi Desa Purbayan, Kadilangu, dan Menuran.
Dalam kunjungan tersebut, Zulhas meninjau gerai, gudang, aktivitas transaksi, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan pemasaran produk UMKM.
Menurutnya, Kopdes tidak cukup hanya memiliki gedung, tetapi harus menjalankan usaha yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Presiden Prabowo ingin desa atau kelurahan itu maju. Yang maju jangan kota saja. Desa juga harus maju, kelurahan juga maju,” ujar Zulhas.
Ia menegaskan, koperasi harus mampu memenuhi kebutuhan warga sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk lokal. Layanan yang dikembangkan mencakup penyediaan bahan pangan, pupuk dan LPG bersubsidi, layanan keuangan, serta pemasaran hasil pertanian dan UMKM.
Penjualan barang bersubsidi juga harus diawasi agar tepat sasaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi dan masyarakat setempat.
Berdasarkan data Pemprov Jawa Tengah per 12 Oktober 2026, sebanyak 5.427 dari 8.523 KDKMP telah beroperasi atau sekitar 64 persen. Sementara itu, 3.096 koperasi lainnya masih dalam tahap persiapan. Sebanyak 5.895 gedung koperasi juga telah rampung dibangun.
Di Sukoharjo, 151 dari 167 gedung KDKMP telah selesai dibangun. Sementara di Desa Purbayan, potensi usaha yang bisa dikembangkan melalui koperasi antara lain budi daya jamur kuping, kerupuk rambak, emping melinjo, sayuran kelompok PKK, dan kerajinan wayang.
Zulhas menyebut sekitar 27 ribu koperasi telah beroperasi secara nasional. Pemerintah menargetkan jumlahnya meningkat menjadi 35 ribu hingga akhir tahun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan, pengembangan koperasi harus disesuaikan dengan potensi dan karakteristik setiap daerah.
“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama. Disesuaikan kearifan lokal atau kondisi daerahnya,” kata Luthfi.
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 19 jam yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 15 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




