Dipastikan Bukan Bom, Polisi Sebut Ledakan di Pasar Cimanggis Berasal dari Ruko Gudang Buah
Polisi Temukan Tabung Etilen 52 Kg dan Pisang
CIPUTAT — Ledakan keras yang mengguncang kawasan Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipastikan bukan berasal dari bom. Polisi menyebut ledakan terjadi di sebuah ruko yang digunakan sebagai gudang penyimpanan buah.
Dari hasil oleh TKP, petugas menemukan tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram yang lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah. Hal tersebut diungkapkan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro dj lokasi, Kamis (15/10) dini hari.
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan awal tim penjinak bom Polri dan penyidik memastikan ledakan tersebut bukan akibat bom. Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan.
Berdasarkan pendataan sementara, insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sekitar 11 orang mengalami luka-luka. Petugas masih melakukan pendataan serta memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di lokasi kejadian.
“Dan hasil olah TKP dengan jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ini bukan bom, ini adalah ledakan yang saat ini masih dialami,” ujar Susatyo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Susatyo menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan awal hari ini, petugas menemukan sejumlah tabung di sekitar lokasi, termasuk tabung etilena berkapasitas 52 kilogram. Gas tersebut biasa digunakan untuk mempercepat pematangan buah, salah satunya pisang.
“Di TKP ditemukan sebuah tabung etilena. Tabung etilena 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah,” jelasnya.
Dari hasil pengamatan di lokasi, tumpukan pisang dalam kondisi mentah juga ditemukan di bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Berdasarkan keterangan awal saksi di lingkungan sekitar, sebelum kejadian terdapat aktivitas pengepakan buah-buahan untuk dipasok ke sejumlah pasar.
Terkait informasi yang menyebut gudang tersebut merupakan pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), Susatyo belum memberikan kepastian. Polisi masih mendalami aktivitas di lokasi dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap penyebab ledakan.
“Yang jelas di sana ada tabung gas etilen dan ada tumpukan-tumpukan buah-buah pisang yang masih mentah ya, pisang masih mentah,” katanya.
Dahsyatnya ledakan juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat sekitar empat blok ruko berlantai dua yang terdampak.
Polisi masih mendata para korban untuk memastikan identitas serta aktivitas mereka saat kejadian. Sebagian korban diketahui merupakan pekerja, sementara korban lainnya ditemukan berada di depan ruko.
“Ada sebagian pekerja. Ada sebagian pekerja karena juga ditemukan juga korban yang berada di depan ruko. Nanti untuk data dan sebagainya nanti akan kami update lagi,” ungkap Susatyo.
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi menutup lokasi kejadian dan menetapkan area tersebut sebagai status quo agar masyarakat tidak melintas. Olah TKP lanjutan dijadwalkan dilakukan setelah kondisi penerangan memungkinkan pemeriksaan lebih menyeluruh.
Polisi juga akan memeriksa lima orang saksi. Penyelidikan masih akan terus dilakukan guna memastikan penyebab ledakan yang menghancurkan sejumlah bangunan tersebut.
“Namun demikian, kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk kepolisian melakukan olah TKP lebih lanjut, sehingga hanya melakukan olah TKP awal dan saat ini sudah kami tutup. Nanti besok setelah terang, nanti kami akan melanjutkan untuk pemeriksaan,” tandasnya.
TangselCity | 22 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




