TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pedagang Pasar Cimanggis Rugi Rp1 Miliar, Maria Teresa Desak Tanggung Jawab Pengelola Ruko

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:26 WIB
Foto : Rachman / Tangsel Pos
Foto : Rachman / Tangsel Pos

CIPUTAT – Ledakan yang terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menyisakan kerugian besar bagi para pedagang. Salah satunya Dinda, pedagang peralatan fitness yang dua rukonya mengalami kerusakan parah akibat ledakan tersebut. Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai Rp1 miliar.

 

Dinda mengungkapkan, hingga Senin (19/10), belum ada kepastian mengenai ganti rugi atas kerusakan bangunan dan barang dagangannya. Dia berharap pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak-pihak terkait agar persoalan tersebut segera menemukan titik terang.

 

“Memang belum ada kepastian, tetapi sedang didiskusikan secara internal. Saya juga minta dibukakan ruang diskusi, jadi kami tahu harus bertanya dan menyampaikan persoalan ini ke mana,” ujarnya saat ditemui di lokasi, ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel bersama DPRD meninjau kondisi pasar pascaledakan.

 

Menurut Dinda, penanganan para korban luka memang menjadi prioritas. Namun, nasib pedagang yang kehilangan tempat usaha dan mengalami kerusakan barang dagangan juga perlu segera diperhatikan.

 

Pasalnya, sejak kejadian tersebut, aktivitas perdagangan terhenti. Sementara itu, kerusakan yang dialami tidak hanya pada bangunan ruko, tetapi juga rak dan berbagai peralatan fitness yang menjadi barang dagangannya.

“Bagaimanapun, kami sudah beberapa hari tidak jualan. Barang-barang hancur. Jadi, tolong diperhatikan juga, jangan sampai terlalu lama,” harapnya.

 

Dinda menjelaskan, terdapat dua pihak pengelola di kawasan tersebut, yakni pengelola pasar dan pengelola ruko. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan pengelola pasar, namun belum dengan pengelola ruko. Sehingga hingga kini, ia belum mendapatkan kejelasan mengenai tanggung jawab atas kerugian yang dialaminya.

 

Dia juga berharap pengelola ruko dapat hadir untuk memberikan penjelasan. Terlebih, hubungan sewanya dengan pihak pengelola masih berlangsung dan menyisakan masa sewa sekitar satu tahun dengan nilai mencapai puluhan juta per tahunnya.

 

“Minimal ada komunikasi dan penjelasan, karena saya juga masih punya tanggungan sewa di sini. Kami ingin tahu akhirnya bagaimana,” tuturnya.

 

Dinda memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sedikitnya Rp1 miliar. Nilai tersebut mencakup kerusakan rak-rak penyimpanan yang mencapai ratusan juta rupiah, belum termasuk barang dagangan lainnya.

 

“Rak-raknya saja sudah ratusan juta, belum barangnya. Saya jual peralatan fitness. Ruko di depan dan dua ruko lainnya juga saya gunakan sebagai gudang. Jadi, kanan-kiri semuanya terdampak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Maria Teresa Suhardja, mengatakan, para pedagang telah menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama. Menurutnya, pemerintah perlu memahami secara menyeluruh persoalan yang dihadapi pedagang sebelum menentukan langkah penanganan.

 

Maria menyebut, pihaknya akan menyurati PT Tri Tama Nila Griya agar perusahaan tersebut memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas persoalan yang muncul pascaledakan.

“Kita berharap nanti ada pertemuan. Setelah ini, PT Tri Tama Nila Griya akan kami surati sehingga ada bentuk pertanggungjawaban dari mereka, termasuk pengelola rukonya,” tegas Maria.

 

Dia menambahkan, DPRD mendukung langkah Pemkot Tangsel dan kepolisian dalam menangani dampak ledakan tersebut. Evaluasi terhadap perizinan, khususnya izin usaha, juga dinilai perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

 

"Terus ya mungkin kita mengikuti prosedur yang ada dan juga nanti memperketat izin-izin ya, apalagi izin usahanya," ungkapnya.

 

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan, pemerintah akan berupaya membantu para pedagang terdampak, terutama dalam mencari tempat alternatif untuk kembali menjalankan usaha.

 

Menurutnya, kondisi ruko yang mengalami kerusakan membuat aktivitas perdagangan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan di lokasi tersebut.

 

“Yang paling penting sekarang bagaimana para pedagang ini bisa mencari tempat lain yang dapat digunakan untuk berdagang, karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan perdagangan di ruko yang rusak,” kata Pilar.

 

Terkait kemungkinan bantuan bagi pedagang yang mengalami kerugian, Pilar menyatakan, pihaknya perlu mempelajari ketentuan yang berlaku. Pemkot tidak bisa serta-merta mengalokasikan anggaran tanpa dasar aturan yang jelas.

 

“Saya lihat dulu secara aturannya. Di pemerintah daerah itu ada aturan. Tidak bisa kami langsung begitu saja mengeluarkan anggaran. Dasar aturannya di mana?” ujarnya.

 

Selain penanganan pedagang, Pilar juga membuka peluang pemberian santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. Pemkot akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial untuk membahas kemungkinan bantuan tersebut.

 

Dia menegaskan, perhatian pemerintah saat ini juga difokuskan pada korban luka berat yang masih menjalani perawatan, termasuk mereka yang mengalami luka bakar serius dan membutuhkan tindakan operasi serta pemulihan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit