Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Banten
JAKARTA — BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 15–18 Oktober 2026. Perairan selatan Banten menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala mengatakan, potensi gelombang tinggi dipicu pola angin di wilayah utara dan selatan ekuator yang bertiup dengan kecepatan hingga 25 knot.
Angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, serta Laut Arafuru.
BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, sebagian Selat Makassar, Laut Maluku, serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik di beberapa wilayah.
Sementara itu, gelombang setinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta perairan selatan Banten, Jawa Barat, hingga Bali.
BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal meningkatkan kewaspadaan karena gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
Risiko perlu diperhatikan oleh perahu nelayan saat angin melebihi 15 knot dan gelombang mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang juga berisiko ketika angin melampaui 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.
Adapun kapal feri perlu mewaspadai kondisi angin mulai 21 knot dengan gelombang mencapai 2,5 meter.
Agie juga meminta warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir agar memantau perkembangan cuaca maritim serta mengantisipasi dampak gelombang tinggi selama periode peringatan tersebut.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




