Bareskrim dan BNN Sisir Kampung Ambon, Sejumlah Orang Diamankan
JAKARTA – Aparat gabungan kembali menyasar kawasan Kampung Ambon, Kompleks Permata, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026). Dalam penggerebekan yang melibatkan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Polda Metro Jaya itu, sejumlah orang diamankan bersama sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkoba.
Penggerebekan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum bergerak, petugas terlebih dahulu menggelar pengarahan, kemudian menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi peredaran dan konsumsi narkoba.
Rumah kontrakan dan tempat kos turut diperiksa. Sejumlah orang dibawa petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka terlihat diborgol menggunakan kabel ties.
Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya narkoba, senjata tajam, timbangan, dan telepon seluler. Hingga Kamis siang, penyisiran masih berlangsung.
Penggerebekan ini merupakan langkah lanjutan setelah polisi membongkar hampir 30 lapak yang diduga menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba di kawasan yang sama, Selasa (13/10/2026).
Saat itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi menjelaskan, lapak-lapak tersebut digunakan untuk transaksi sekaligus mengonsumsi narkoba. Petugas juga menemukan alat isap sabu atau bong, sisa narkoba, serta tempat yang diduga sengaja disediakan untuk aktivitas tersebut.
Menurut Nasriadi, pola operasinya beragam. Ada pihak yang menjual narkoba tanpa menyediakan tempat konsumsi, sementara pihak lain diduga hanya menyediakan tempat meski tidak menjual narkoba secara langsung.
Polisi juga menduga adanya kerja sama antara pemilik lapak dan bandar narkoba. Sejumlah tempat disebut disewakan untuk aktivitas tersebut, termasuk penyewaan alat untuk mengonsumsi narkoba dengan tarif tertentu.
Penyidik kini menelusuri identitas pemilik lapak untuk memastikan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran narkoba. Polisi masih mendalami apakah para pemilik tersebut bertindak sebagai bandar atau sekadar menyediakan tempat bagi pemasok dari luar kawasan.
Nasriadi menyebut pemilik lapak yang dibongkar diduga merupakan warga sekitar. Namun, keterlibatan masing-masing pihak masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




