TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Panen 275 Hektare, Petani Mauk Dapat Bantuan

Oleh: Rudi AE
Editor: AY
Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:21 WIB
Foto : Humas Kab. Tangerang
Foto : Humas Kab. Tangerang

TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui modernisasi pertanian. Hal itu disampaikan saat panen padi dan penyerahan bantuan sarana pertanian di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kamis (15/10/2026).


Hamparan sawah seluas 275 hektare yang dikelola delapan kelompok tani di wilayah Kelompok Tani Cibentek tersebut menggunakan varietas Inpari 32. Dengan produktivitas rata-rata 6,2 ton per hektare, lahan ini berpotensi menghasilkan sekitar 1.705 ton gabah.


Kegiatan yang menjadi bagian dari HUT ke-394 Kabupaten Tangerang itu sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Maesyal mengapresiasi petani, kelompok tani, dan penyuluh yang berperan menjaga produksi pertanian.


Menurutnya, peningkatan hasil panen harus berjalan seiring dengan perbaikan pendapatan dan kesejahteraan petani.
“Semangat ‘Mari Kita Terus Bergerak, Semakin Berdampak’ harus diwujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujarnya.


Maesyal menilai penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi kerja. Dengan combine harvester, panen satu hektare yang biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari secara manual dapat diselesaikan sekitar dua jam.


Selain modernisasi alat, ia menekankan pentingnya ketersediaan air, benih berkualitas, pemupukan tepat, dan pengelolaan lahan yang baik. Petani juga diminta segera menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya, paling lambat 14 hari setelah panen.


“Jangan terlalu lama dibiarkan setelah panen. Maksimal 14 hari,” tegasnya.
Untuk mendukung produktivitas, pemerintah menyerahkan dua unit traktor crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, 1,5 ton benih Inpari 32, pestisida nabati untuk lahan seluas 500 hektare, serta alat pemotong rumput.


Maesyal menegaskan, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan oleh para penerima. Dukungan itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang.


“Ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten, dan APBD Kabupaten Tangerang untuk membantu petani lebih sejahtera. Semoga panen semakin berkah, bermanfaat bagi masyarakat, dan meningkatkan pendapatan petani,” katanya.


Ia menambahkan, keberhasilan sektor pertanian tidak cukup diukur dari besarnya hasil panen. Akses pemasaran dan peningkatan taraf hidup keluarga petani juga harus menjadi perhatian, terutama di tengah perkembangan kawasan permukiman dan industri yang berpotensi menekan lahan pertanian produktif.


Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Cibentek, Idep Bustomi, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, petani selama ini menghadapi kendala pengolahan lahan yang memakan waktu serta keterbatasan air pada musim tertentu.


“Dengan bantuan traktor, pompa air, dan benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” ujarnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit