Gabung Ducati, Acosta Pilih Belajar dari Marquez
SPANYOL - Pedro Acosta punya ambisi berbeda saat memutuskan bergabung dengan Ducati Lenovo Team mulai MotoGP 2027. Alih-alih menjadikan Marc Marquez sebagai musuh utama, pembalap muda Spanyol itu justru ingin menyerap ilmu dari salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah MotoGP.
Acosta akan memperkuat tim pabrikan Ducati untuk musim 2027 dan 2028. Kepindahan tersebut membuka peluang baginya untuk berada satu garasi dengan Marquez, sekaligus mengukur kemampuan di lingkungan yang sarat persaingan.
Bagi Acosta, kesempatan belajar langsung dari Marquez terlalu berharga untuk dilewatkan. Dia menilai pengalaman dan pencapaian seniornya itu bisa menjadi bekal penting untuk membangun karier jangka panjang.
“Ini bukan soal mengalahkan Marc. Saya ingin bersama Marc karena tidak akan punya banyak kesempatan lagi untuk belajar dari pembalap terbaik dalam sejarah, atau pembalap terbaik dalam 15 tahun terakhir,” ujar Acosta, dikutip dari GPOne.
Pernyataan itu sekaligus membantah pandangan CEO KTM, Gottfried Neumeister, yang sebelumnya menilai Acosta memilih Ducati demi menantang Marquez dengan motor yang sama.
Acosta justru melihat situasi tersebut dari sudut pandang berbeda.
Menurutnya, berada satu tim dengan pembalap sekaliber Marquez akan memberikan keuntungan besar bagi perkembangan kemampuannya, terlepas dari hasil persaingan di lintasan.
“Bahkan jika saya kalah, berada satu tim dengannya akan memberikan lebih banyak manfaat bagi karier jangka panjang saya dibandingkan kerugian yang saya alami jika dia mengalahkan saya,” katanya.
Tolak Kontrak Baru KTM
Keputusan Acosta meninggalkan KTM juga menandai berakhirnya perjalanan bersama pabrikan yang mengantarnya berkompetisi di kelas premier. Dia mengungkapkan, tidak pernah terlibat dalam negosiasi untuk memperpanjang kontrak dengan tim tersebut.
KTM memang sempat mengirimkan tawaran kontrak baru. Namun, Acosta memilih menolaknya karena sudah menentukan langkah berikutnya dalam kariernya.
“Saya tidak pernah bernegosiasi dengan KTM. Mereka mengirimkan kontrak, lalu saya menolaknya,” ujarnya.
Pembalap berusia 22 tahun itu juga mengisyaratkan adanya pengalaman pada musim sebelumnya yang memengaruhi keputusannya. Dia tidak ingin kembali berada dalam situasi yang sama, bahkan jika tawaran finansial yang diterima sangat besar.
“Bahkan dengan uang sebanyak apa pun, saya tidak akan menempatkan diri kembali dalam situasi yang saya alami saat itu,” tegasnya.
Acosta bukan pembalap tanpa prestasi. Sebelum naik ke MotoGP, dia telah merebut gelar juara dunia Moto3 dan Moto2. Pada musim debutnya di MotoGP 2024, dia juga menyabet penghargaan Rookie of the Year.
Setahun kemudian, Acosta menutup musim 2025 di posisi keempat klasemen akhir. Modal tersebut menjadi bekal untuk menghadapi tantangan baru bersama Ducati.
Kombinasi Acosta dan Marquez pada 2027 diperkirakan menjadi salah satu duet yang paling menarik perhatian. Acosta ingin berkembang dengan mempelajari kemampuan sang juara, tetapi keduanya tetap harus bersaing memperebutkan posisi terbaik di lintasan.
Bagi Acosta, bergabung dengan Ducati bukan sekadar kesempatan mengendarai motor kompetitif. Ini juga menjadi peluang belajar dari Marquez, sebelum kelak membangun reputasinya sendiri sebagai salah satu pembalap papan atas MotoGP.
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 14 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




