Karhutla Picu 288 Ribu Kasus ISPA, Ini Tips Melindungi Diri
SERPONG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 288.540 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 13 Oktober 2026 akibat paparan kabut asap di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 64.913 kasus menyerang balita, kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara. Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan tercatat sebagai wilayah dengan kasus ISPA tertinggi.
Asap karhutla mengandung partikel halus dan berbagai polutan yang dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk kondisi penderita penyakit paru-paru dan jantung. Paparan dalam jangka panjang juga berisiko mengganggu kesehatan.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan asap, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit bawaan.
Berikut lima langkah untuk menjaga kesehatan selama kabut asap melanda:
1. Gunakan Masker yang Tepat
Pilih respirator seperti N95 atau KN95 saat harus beraktivitas di luar ruangan. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat agar dapat menyaring partikel halus secara optimal. Masker kain tidak memberikan perlindungan setara terhadap partikel asap berukuran sangat kecil.
2. Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Kurangi kegiatan di luar ruangan, terutama olahraga dan aktivitas fisik berat. Semakin tinggi intensitas aktivitas, semakin banyak udara yang dihirup sehingga paparan polutan dapat meningkat. Jika memungkinkan, tunda kegiatan di luar rumah saat kualitas udara memburuk.
3. Jaga Udara di Dalam Rumah
Tutup pintu dan jendela ketika asap pekat menyelimuti lingkungan. Gunakan pembersih udara dengan filter HEPA jika tersedia dan hindari sumber polusi tambahan di dalam rumah, seperti asap rokok, pembakaran sampah, atau penggunaan alat yang menghasilkan asap.
4. Penuhi Kebutuhan Cairan dan Konsumsi Makanan Bergizi
Minum air putih sesuai kebutuhan tubuh dan konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk buah serta sayuran. Asupan nutrisi yang cukup membantu menjaga fungsi tubuh, tetapi tidak dapat menggantikan langkah utama untuk mengurangi paparan asap. Tidak ada jumlah air atau jenis makanan tertentu yang terbukti dapat mengeluarkan racun asap dari paru-paru.
5. Bersihkan Diri dan Waspadai Gejala
Setelah beraktivitas di luar rumah, segera mandi dan ganti pakaian untuk menghilangkan partikel asap yang menempel. Jika mata terasa kering atau perih, tetes mata pelumas steril dapat membantu meredakan keluhan. Hindari mengucek mata.
Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang memburuk. Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis perlu mendapat perhatian khusus.
Masyarakat juga disarankan memantau informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan pemerintah setempat. Mengurangi paparan asap menjadi langkah paling penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan selama karhutla berlangsung.
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu




