Mahasiswa Unpam Edukasi Siswa SMKN 5 Tangsel soal Child Grooming
PAMULANG – Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (Unpam) mengedukasi siswa SMKN 5 Kota Tangerang Selatan tentang bahaya child grooming dan cara mengenali modus manipulasi yang mengancam remaja di era digital, Selasa (20/10/2026).
Edukasi ini menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Unpam angkatan 6 tahun 2026, kelas 01MPDE001, yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026 di SMKN 5 Tangsel, Pondok Benda, Pamulang.
Mengusung tema “Pendidikan dan Perlindungan Remaja di Era Digital untuk Menciptakan Generasi Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut membahas empat isu utama, yakni pencegahan penyimpangan seksual melalui penguatan efikasi diri, antisipasi cyberbullying, pengenalan child grooming, serta kecerdasan emosional untuk mencegah pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
Dalam sesi edukasi child grooming, Yulianti, S.E., Gr., menjelaskan bahwa praktik tersebut merupakan proses pendekatan dan manipulasi untuk membangun kepercayaan korban sebelum pelaku melakukan eksploitasi. Modus ini bisa terjadi melalui interaksi langsung maupun media digital.
“Setelah dia sudah tahu targetnya, kemudian dia membangun kepercayaan dengan memberikan sejuta perhatian, segudang hadiah,” ujar Yulianti.
Menurutnya, perhatian berlebihan dan hadiah yang tidak wajar patut diwaspadai, terutama jika disertai permintaan merahasiakan hubungan dari keluarga atau orang terdekat.
Pelaku juga dapat memanfaatkan kondisi emosional korban, seperti kesepian atau ketika sedang menghadapi masalah. Setelah kepercayaan terbentuk, korban dibuat bergantung secara emosional hingga perlahan dijauhkan dari lingkungan pendukungnya.
Manipulasi tersebut bisa berlanjut pada eksploitasi seksual, seperti permintaan foto pribadi yang semakin sensitif, ajakan melakukan tindakan yang melanggar batasan tubuh, hingga ancaman menyebarkan foto jika korban menolak.
Tekanan dan ancaman itu kerap membuat korban takut bercerita. Akibatnya, korban dapat menarik diri dari pergaulan, mengalami perubahan perilaku, atau memilih memendam masalah karena malu dan khawatir tidak dipercaya.
Karena itu, siswa diingatkan untuk memahami batasan pribadi, menjaga privasi digital, dan tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi pendekatan mencurigakan. Mereka dapat melapor kepada orang tua, guru, guru bimbingan konseling (BK), atau pihak berwenang.
Perkuat Perlindungan Remaja
Ketua Kelas 01MPDE001, Rini Hastuti, S.Pd., mengatakan literasi digital yang sehat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Generasi emas bukan sekadar mimpi di masa depan, melainkan fondasi yang sedang dibangun oleh adik-adik di SMKN 5 Kota Tangerang Selatan. Generasi yang cakap teknologi, berintegritas tinggi, dan mampu melindungi diri dari dampak negatif era digital,” ujarnya.

Foto : Ist
Rini berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah pemahaman siswa mengenai risiko di ruang digital, tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk menjaga diri dan meminta pertolongan saat menghadapi ancaman.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 5 Tangsel, Raden Rudi Darmawan, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi perlindungan remaja penting karena ancaman kini tidak hanya muncul dalam bentuk fisik dan verbal, tetapi juga melalui interaksi digital.
“Anak-anak, ikuti kegiatan ini dengan saksama, ambil hikmahnya, laksanakan yang baik, dan tularkan kepada teman-teman kalian,” pesannya.
Kegiatan puncak PKM ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Unpam, Dr. Yulita Pujilestari, S.H., M.H., dan pihak SMKN 5 Tangsel. Yulita sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Acara turut dihadiri Koordinator PKM Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H., Pembimbing Akademik Dr. Rin Indayani, M.Pd., serta jajaran SMKN 5 Tangsel.
Puluhan siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Diskusi interaktif berlangsung dinamis, diselingi yel-yel yang menambah semangat peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unpam berharap siswa semakin mampu mengenali pola manipulasi, menjaga batasan pribadi, dan berani melaporkan tindakan yang mengancam keselamatan mereka. Edukasi tersebut diharapkan turut membangun generasi Indonesia Emas 2045 yang cakap digital dan sadar akan pentingnya perlindungan diri.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 16 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




