TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pos Gizi Gemintang Hadir di Pondok Pucung, Perkuat Upaya Cegah Stunting

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:38 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

PONDOK AREN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pengembangan pos gizi di tingkat kelurahan. Terbaru, Pos Gizi Gemintang di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, resmi diresmikan, Selasa (20/10). Kehadiran fasilitas ini menjadi pos gizi kedua di Kelurahan Pondok Pucung untuk memperluas pendampingan pemenuhan gizi anak dan edukasi bagi orang tua.

 

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Syahlan King Syahnan Siregar mengatakan, masa balita merupakan periode penting yang menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta pembentukan kemampuan dasar anak. Karena itu, pemenuhan gizi harus disertai pola asuh yang tepat dan pemantauan tumbuh kembang secara berkala.

 

“Memastikan anak mendapatkan gizi yang cukup, pola asuh yang tepat, stimulasi yang sesuai dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala merupakan investasi yang sangat penting bagi masa depan Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting di Kota Tangsel tercatat 9 persen pada 2022. Angka itu meningkat menjadi 9,2 persen pada 2023 dan kembali naik menjadi 10,5 persen pada 2024.

 

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa intervensi perbaikan gizi perlu terus diperkuat. Pendekatan yang dilakukan juga harus semakin dekat dengan keluarga agar mampu menjawab persoalan gizi di tingkat masyarakat.

 

“Pos gizi bukan hanya tempat untuk memberikan makanan tambahan kepada anak. Pos gizi adalah ruang belajar, ruang pendampingan dan ruang kolaborasi bagi keluarga,” jelasnya.

 

Foto ; Ist

 

Dia menerangkan, melalui pos gizi, anak-anak mendapatkan makanan dengan prinsip gizi seimbang dan sumber protein yang cukup. Selain itu, dilakukan pemantauan berat badan, tinggi badan, kondisi kesehatan, serta stimulasi tumbuh kembang.

 

Sementara itu, orang tua memperoleh edukasi mengenai cara memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak, mulai dari pemilihan bahan makanan, teknik pengolahan, porsi, hingga tekstur makanan berdasarkan usia. Pendampingan tersebut diharapkan membantu keluarga menerapkan pola pemberian makan yang tepat di rumah.

 

“Harapan kita bukan hanya anak mendapatkan asupan yang baik selama mengikuti kegiatan pos gizi, tetapi keluarga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan tersebut di rumah secara berkelanjutan,” ungkapnya.

 

Dia menambahkan, Pemkot Tangsel menargetkan pengembangan pos gizi hingga mencapai 108 lokasi pada 2029. Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan dan intervensi gizi kepada masyarakat.

 

King menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan di pos gizi. Perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menerapkan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak juga menjadi faktor penting.

 

Karena itu, dia mengajak orang tua, kader kesehatan, tenaga medis, serta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk terus menjaga keberlangsungan program tersebut.

 

Sementara itu, Camat Pondok Aren, Hendra mengatakan, pelaksanaan program pemerintah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

 

“Dalam melaksanakan program-program pemerintah, ini adalah kerja bersama. Ibu-ibu harus mendukung, masyarakat juga harus mendukung dan membantu kita bekerja sama. Memang harus ada kolaborasi dari semuanya supaya kebermanfaatan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

 

Hendra juga menekankan pentingnya koordinasi antara pihak kecamatan, kelurahan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ketua RT dan RW, serta pemangku kepentingan lainnya. Komunikasi yang baik diperlukan agar berbagai persoalan di lapangan dapat ditangani bersama.

 

“Karena itu, seluruh pihak diharapkan terus membangun kesadaran bahwa setiap orang saling membutuhkan dan memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program pemerintah,” tambahnya.

 

Di sisi lain, Lurah Pondok Pucung, Murdih menyampaikan bahwa peresmian Pos Gizi Gemintang menambah fasilitas pelayanan gizi menjadi dua lokasi di wilayahnya.

 

"Dari total puluhan kelurahan di wilayah tersebut yang telah memiliki pos gizi, Kelurahan Pondok Pucung dinilai mampu menjaga eksistensi program tersebut. Melalui peresmian pos gizi kedua ini, pemerintah setempat berharap sinergi antara pihak kelurahan, puskesmas, dan lingkungan masyarakat dapat semakin kuat," tuturnya.

 

Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Pemkot Tangsel, perwakilan Dinkes, Camat Pondok Aren, kepala puskesmas, ketua PKK, serta kader kesehatan setempat.

 

Melalui penambahan pos gizi, pemerintah kelurahan berharap kerja sama dengan puskesmas, kader, dan masyarakat semakin kuat. Dengan demikian, edukasi pemenuhan gizi dan pendampingan keluarga dapat menjangkau lebih banyak anak serta mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah Pondok Aren.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit