Pendaftaran Dua Hari Langsung Penuh, Puskeswan Tangsel Sterilisasi 50 Kucing Jantan
CIPUTAT — Program sterilisasi kucing yang digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) langsung disambut antusias warga. Baru dua hari dibuka, kuota pendaftaran sudah terpenuhi.
Sebanyak 50 kucing jantan mengikuti program yang berlangsung selama dua hari, sejak Selasa (20/10) hari ini.
Kepala UPT Puskeswan DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar, mengatakan, program ini merupakan bagian dari rangkaian World Rabies Day. Setelah sebelumnya menggelar vaksinasi rabies, Puskeswan melanjutkan kegiatan dengan sterilisasi untuk membantu mengendalikan populasi kucing.
“Total hewan yang ditangani adalah 50 ekor, yang dibagi dalam dua hari pelaksanaan. Pada hari pertama ini sebanyak 35 ekor, dan sisanya 15 ekor dijadwalkan untuk hari berikutnya,” ujarnya.
Pipit mengatakan, pendaftaran sudah dibuka sejak minggu sebelum kegiatan berlangsung. Namun, tingginya minat masyarakat membuat kuota yang tersedia langsung habis dalam waktu sekitar dua hari.
Kucing yang dibawa warga kali ini didominasi kucing domestik jantan. Menurut Pipit, sterilisasi tidak hanya membantu mengendalikan perkembangbiakan, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat bagi kucing.
Salah satunya mengurangi perilaku yang berkaitan dengan aktivitas reproduksi, seperti kebiasaan kucing jantan menyemprotkan urine untuk menandai wilayahnya atau spraying. Kucing yang sudah disterilkan juga cenderung lebih tenang.
“Selain itu, nutrisi pada kucing yang disterilkan akan terserap untuk pertumbuhan badan alih-alih untuk aktivitas reproduksi,” jelasnya.
Sebelum menjalani sterilisasi, kucing terlebih dahulu dibius agar tindakan medis dapat dilakukan dengan aman.
Di sisi lain, Pipit juga mengingatkan pemilik hewan agar mengenali gejala rabies. Pada hewan, penyakit ini dapat menunjukkan gejala yang berbeda, termasuk perubahan perilaku menjadi agresif atau justru lebih banyak diam dan bersembunyi.
"Pada rabies ganas, hewan dapat menjadi agresif dan menyerang. Sementara pada rabies tenang, hewan cenderung diam, bersembunyi, mengalami demam, sensitif terhadap cahaya, hingga mengeluarkan air liur secara berlebihan," paparnya.
Perubahan perilaku tersebut perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala lain yang tidak biasa. Masyarakat yang menemukan hewan dengan dugaan rabies sebaiknya tidak menyentuh atau mendekatinya dan segera melapor kepada petugas kesehatan hewan untuk mendapatkan penanganan.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 23 jam yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu




