TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jalan Rawa Buntu Diperbaiki, Aspal Lama Dikupas

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:15 WIB
KUPAS ASPAL. DSDABMBK Tangsel mulai melakukan pengerjaan pembangunan jalan di Rawa Buntu
KUPAS ASPAL. DSDABMBK Tangsel mulai melakukan pengerjaan pembangunan jalan di Rawa Buntu

SERPONG-Kerusakan Jalan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong mulai diperbaiki. Perbaikan dilakukan pada jalur dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya menuju pertigaan Taman Tekno-Buaran, arah BSD menuju Pamulang.

 

 Rekonstruksi jalan tersebut diawali dengan pengupasan lapisan aspal lama (scraping) pada Minggu (18/10) malam hingga Senin (19/10) dini hari. Hasil pemeriksaan setelah pengupasan mengidentifikasi dua segmen kerusakan pada struktur beton yang menjadi prioritas penanganan.

 

 Kepala Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ahmad Fatulloh menjelaskan, bahwa pengupasan aspal merupakan bagian awal dari proses rekonstruksi untuk mengetahui kondisi lapisan jalan dan menentukan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

 

 “Pekerjaan ini dilakukan pada satu lajur ruas jalan, mulai dari simpang lampu merah Ruko Kencana Raya sampai pertigaan Taman Tekno-Buaran. Tahap awalnya adalah pengupasan lapisan aspal. Setelah lapisan tersebut terbuka, kondisi struktur di bawahnya dapat diperiksa dan ditangani sesuai hasil temuan di lapangan,” ujarnya, Selasa (20/10).

 

 Dari hasil pengupasan dan pemeriksaan lapangan, ditemukan dua segmen kerusakan pada struktur beton. Segmen pertama berada di sekitar lampu merah Ruko Kencana Raya hingga sebelum SPBU, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter. Segmen kedua berada di depan Bank Mandiri hingga pertigaan Jalan Tekno Widya-Buaran, dengan panjang sekitar 121 meter dan lebar 6 meter.

 

 Kedua segmen tersebut menjadi prioritas penanganan karena kerusakan yang ditemukan memerlukan perbaikan pada struktur jalan, bukan hanya pelapisan ulang aspal.

 

 “Dari hasil scraping ditemukan dua titik kerusakan pada struktur beton yang akan ditangani terlebih dahulu. Segmen pertama berada di dekat lampu merah Ruko Kencana Raya, dengan panjang sekitar 45 meter dan lebar 6 meter. Segmen kedua berada di dekat Bank Mandiri, dengan panjang sekitar 121 meter dan lebar 6 meter,” jelas Ahmad Fatulloh.

 

 Secara teknis, struktur jalan pada bagian yang ditangani menggunakan sistem perkerasan kaku (rigid pavement), yaitu lapisan beton yang berfungsi sebagai struktur utama untuk menahan dan mendistribusikan beban kendaraan. Di atasnya terdapat lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course), yang berfungsi sebagai lapisan pengikat dalam struktur perkerasan beraspal.

 

 Pada bagian yang mengalami kerusakan, pekerjaan dilanjutkan melalui proses excavation atau pembongkaran beton yang rusak. Setelah itu, struktur diperbaiki dengan pengecoran menggunakan beton mutu K-350 fast track, sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

 

 Penggunaan beton fast track ditujukan untuk mendukung percepatan pekerjaan. Beton direncanakan menjalani masa pengeringan atau pemeraman awal sekitar tiga hari, dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan hasil pemeriksaan kekuatan beton sebelum tahapan berikutnya dilaksanakan.

 

.Secara keseluruhan, pekerjaan pembongkaran hingga pengecoran pada dua segmen tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Durasi ini mencakup rangkaian pekerjaan penanganan struktur beton, bukan semata-mata waktu pengeringan beton.

 

 Setelah perbaikan struktur memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan, pekerjaan akan memasuki tahap penanganan lapisan permukaan. Lapisan aspal AC-BC akan dipulihkan sesuai kebutuhan dan tahapan teknis pekerjaan agar struktur jalan kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

 

 Dengan demikian, rekonstruksi tidak hanya berfokus pada permukaan jalan, tetapi juga memperbaiki bagian struktur beton yang mengalami kerusakan.

 

 Selama pekerjaan berlangsung, kondisi permukaan jalan berubah mengikuti tahapan rekonstruksi. Pengupasan aspal menimbulkan perbedaan ketinggian antara bagian yang telah dikupas dan bagian yang belum dikerjakan. Kondisi ini membuat permukaan jalan untuk sementara tidak rata dan memerlukan perhatian ekstra dari pengguna jalan.

 

 Ahmad Fatulloh mengimbau pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area pekerjaan.

 

 “Pada saat pengupasan aspal berlangsung, permukaan jalan menjadi tidak rata dan terdapat perbedaan ketinggian. Kami mengimbau pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi area pekerjaan,” katanya.

 

 Pekerjaan pada salah satu sisi lajur juga berpotensi membatasi ruang gerak kendaraan. Pengguna jalan diminta mengikuti rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan serta mengantisipasi kemungkinan perlambatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

 

 "Kami memohon dukungan dan pengertian masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Penanganan ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan, baik pada lapisan permukaan maupun struktur beton yang mengalami kerusakan. Kami berharap pekerjaan dapat berjalan aman dan kondisi jalan menjadi lebih baik setelah penanganan selesai,” jelasnya.

 

 Rekonstruksi Jalan Rawa Buntu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan. Melalui pemeriksaan dan perbaikan lapisan permukaan serta struktur beton yang rusak, penanganan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Komentar:
Hut kab tangerang
Epaper
ePaper Edisi 21 Oktober 2026
Berita Populer
03
MU Lirik 3 Pelatih, Siapa Pengganti Carrick?

Olahraga | 2 hari yang lalu

07
09
Stop Korupsi Dana Bencana

Nasional | 2 hari yang lalu

GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit