Dasco: Rumor Cawapres Hanya Pengalihan Isu Penyadapan Presiden
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar yang menyebut dirinya bakal maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Ia menilai rumor tersebut sengaja diembuskan untuk mengalihkan perhatian publik dari dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.
Dasco menyebut isu pencalonan dirinya sebagai cawapres muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan yang menyeret tiga perwira tinggi (Pati) aktif Polri berinisial LSP, ASN, dan EHS. Sementara itu, satu Pati lainnya berinisial SU masih berstatus saksi.
"Ada upaya pengalihan isu dari hot isu penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres," tulis Dasco melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (5/11/2026).
Dalam unggahannya, Dasco juga menyertakan tangkapan layar pernyataannya di akun X yang memuat bantahan sekaligus tanggapan terhadap rumor tersebut.
Gerindra Sebut Bentuk Pembangkangan
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menilai dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara oleh tiga Pati aktif Polri merupakan bentuk pembangkangan terhadap negara.
Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya motif yang mengarah pada upaya makar terhadap Presiden.
"Penyadapan yang dilakukan kepada Presiden oleh institusi yang berada di bawah beliau, kalau saya sih berpendapat ini merupakan suatu bentuk insubordinasi. Bisa jadi, ditemukan motif-motif yang mengarah makar kepada Presiden," ujar Sugiono seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pernyataan tersebut semakin menyoroti seriusnya dugaan penyadapan terhadap kepala negara, yang kini menjadi perhatian kalangan pemerintah dan Partai Gerindra.
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



