Berbuah 11 Medali di POPDA, Perjuangan Insan Pencak Silat Tangsel Mendapat Apresiasi
SERPONG - Perjuangan insan olahraga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengharumkan nama daerah mendapat apresiasi dari pemerintah kota. Salah satunya diberikan kepada insan pencak silat yang berhasil menorehkan prestasi pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten dengan raihan 11 medali.
Pada kompetisi tersebut, cabang olahraga pencak silat Tangsel berhasil membawa pulang empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu. Capaian itu sekaligus mengantarkan pencak silat Tangsel menempati posisi juara umum kedua di antara seluruh daerah peserta pada cabang olahraga tersebut.
Atas prestasi tersebut, insan pencak silat Tangsel mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp141,7 juta. Penghargaan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap perjuangan atlet, pelatih, dan asisten pelatih yang telah menjalani proses panjang untuk mencapai prestasi.
Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel, Delima Bungsu mengatakan, apresiasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap seluruh insan olahraga yang telah berkontribusi membawa nama baik daerah melalui berbagai kejuaraan.
"Apresiasi ini merupakan tanda kasih dan perhatian oleh pemerintah kepada para insan olahraga, khususnya atlet dan pelatih serta asisten pelatih dan cabang olahraga pencak silat," ujar Delima.
Dia menjelaskan, uang pembinaan sebesar Rp141,7 juta tersebut merupakan akumulasi bonus dari keseluruhan medali yang diraih. Dana itu diberikan kepada pelatih dan asisten pelatih melalui transfer langsung ke rekening bank masing-masing penerima.
Terkait pemanfaatannya, Delima menyebut para penerima dapat menggunakan bonus tersebut sesuai kebutuhan masing-masing. Dia berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan mempertahankan prestasi.
Menurut Delima, keberhasilan pencak silat Tangsel di POPDA tidak diraih secara instan. IPSI sebelumnya melakukan seleksi atlet antarkecamatan untuk menjaring pesilat potensial. Atlet terpilih kemudian menjalani pembinaan di bawah naungan IPSI Tangsel.
Bersama jajaran bidang pembinaan prestasi (Binpres), pihaknya juga melakukan perubahan pola latihan dengan menerapkan program pemusatan latihan atau training center (TC) sejak satu tahun sebelum pelaksanaan POPDA.
"Kami melakukan seleksi antarkecamatan dan hasilnya kita bina di IPSI Tangsel. Bersama rekan-rekan Binpres, kita beranikan diri untuk merubah pola latihan. Kami lakukan training center satu tahun sebelum pelaksanaan POPDA," ungkapnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Prestasi pencak silat Tangsel mengalami peningkatan hingga mampu menempati posisi juara umum kedua pada cabang olahraga pencak silat di tingkat Provinsi Banten.
Keberhasilan itu sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi IPSI untuk menyusun program pembinaan selanjutnya. Delima berharap para atlet pelajar yang telah berlaga di POPDA tetap menjaga performa dan terus mengembangkan kemampuan agar bisa melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Dia menegaskan, hasil POPDA menjadi salah satu tolok ukur dalam mempersiapkan kekuatan pencak silat Tangsel menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Terlebih, Tangsel akan bertindak sebagai tuan rumah dalam perhelatan olahraga tersebut.
Meski demikian, menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek dalam pola latihan dan strategi pembinaan yang perlu dievaluasi. Di sisi lain, proses yang telah berjalan baik akan tetap dipertahankan untuk menjaga konsistensi prestasi.
"Harapan saya agar para atlet pencak silat remaja di POPDA XII tetap menjaga performance untuk ke ajang yang lebih tinggi lagi. Apa yang kami lakukan dalam proses prestasi di POPDA ini menjadi tolok ukur untuk prestasi pencak silat di ajang PORPROV VII Banten," tuturnya.
Delima menambahkan, atlet yang akan bertanding pada Porprov merupakan pesilat kategori dewasa. Karena itu, motivasi untuk terus berkembang tidak hanya diberikan kepada atlet pelajar, tetapi juga kepada atlet yang akan memperkuat Tangsel pada kompetisi tersebut.
Baginya, prestasi di tingkat daerah bukanlah tujuan akhir. Para pesilat diharapkan mampu menjadikan setiap kejuaraan sebagai tahapan untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi hingga tingkat nasional.
"Saya selalu memotivasi para atlet POPDA ataupun PORPROV bahwa puncaknya kalian semua harus mampu menjadi juara adalah di tingkat nasional," pungkasnya.
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 9 jam yang lalu
Olahraga | 15 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
PORPROV 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu



