TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Komunikasi Belum Tentu Jadi Koalisi

Oleh: BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 10 Juli 2023 | 07:45 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

SERPONG - Mendekati waktu pendaftaran Capres-Cawapres, komunikasi politik antarparpol semakin gencar. Komunikasi ini bukan hanya dilakukan di internal parpol yang sekubu, parpol yang sebelumnya berseteru juga kini rajin ketemuan. Bahkan, mereka kini tampil di depan publik dengan begitu akrab.

Contohnya antara PDIP dan Partai Demokrat. Hubungan kedua parpol ini tidak lagi beku. Setelah Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY ketemuan, hubungan kedua parpol ini menjadi sangat cair. Bahkan, menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pihaknya dengan Demokrat kini sering saling bertukar kabar.

Parpol-parpol yang lain juga sama. Komunikasi mereka tidak fokus dengan parpol-parpol di internal koalisi. Mereka “merambah” ke parpol lain di luar koalisi yang sudah terbentuk.

Contohnya, PAN, yang saat ini berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu dengan Partai Golkar dan PPP, rajin menjalin komunikasi dengan PDIP dan Partai Gerindra. Demikian juga dengan Golkar, kini nempel dengan Gerindra. Untuk PPP, bahkan sudah jauh-jauh hari menandatangani perjanjian kerja sama dengan PDIP mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres.

Dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, PKB masih lirik sana-lirik sini. PKB tidak hanya fokus dengan mitra koalisinya, yaitu Gerindra. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar beberapa kali melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Saat ini, Muhaimin juga sedang berusaha untuk bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Namun, jalinan silaturahmi ini tidak menjamin parpol-parpol itu akan berkoalisi di Pilpres 2024. Sebab, koalisi tidak cukup ditentukan dengan keakraban parpol. Penentu koalisi utama adalah kesamaan kepentingan, terutama dalam penentuan Capres-Cawapres.

Untuk kandidat Capres, saat ini sudah mengerucut ke tiga tokoh. Yaitu (diurutkan berdasarkan abjad) Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Dengan kondisi ini, penentu ikatan koalisi ini ada di sosok Cawapres yang bakal diajukan.

Lima parpol saat ini ngotot mengajukan jagoannya menjadi Cawapres. Demokrat berusaha keras menjadikan AHY sebagai Cawapres Anies Baswedan. PKB terus menekan Gerindra agar Muhaimin menjadi Cawapres Prabowo. Golkar sedang merayu Gerindra agar Airlangga menjadi pendamping Prabowo. PAN sudah mendeklarasikan, siapa pun Capresnya, Cawapresnya harus Erick Thohir. Lalu, PPP menyodorkan Sandiaga Uno sebagai Cawapres Ganjar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo