TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Sholat Hajat pada Malam Nisfu Syaban: Makna, Niat, dan Tata Pelaksanaan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 02 Februari 2026 | 18:54 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

SERPONG - Malam Nisfu Syaban, yakni malam pertengahan bulan Syaban, sering dipandang sebagai waktu yang penuh keutamaan oleh banyak ulama. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, memperbanyak doa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Sejumlah ulama tasawuf, termasuk Imam Al-Ghazali, menyinggung keistimewaan malam tersebut sebagai kesempatan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

 

Malam ini juga diyakini sebagai salah satu momen yang baik untuk memanjatkan doa. Dalam berbagai riwayat disebutkan adanya anjuran menghidupkan malam pertengahan Syaban dengan ibadah serta memperbanyak istighfar dan permohonan kepada Allah. Umat Islam memanfaatkan waktu ini untuk memohon ampunan, kelapangan rezeki, kesehatan, dan berbagai hajat lainnya.

 

Apa Itu Sholat Hajat?

 

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dilakukan ketika seseorang memiliki kebutuhan tertentu dan berharap pertolongan Allah SWT. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin, yaitu menyerahkan urusan kepada Allah setelah berusaha secara lahiriah.

 

Pada dasarnya, sholat hajat bisa dikerjakan kapan saja di luar waktu-waktu terlarang untuk sholat. Namun, waktu malam—terutama sepertiga malam terakhir—sering dianggap lebih utama karena merupakan saat yang penuh keberkahan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.

 

Bacaan Niat Sholat Hajat

 

Untuk dua rakaat sholat hajat, niatnya dapat dibaca sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal hâjati rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Niat ini dibaca dalam hati saat takbiratul ihram.

 

Langkah-Langkah Pelaksanaan

 

Jumlah rakaat sholat hajat paling sedikit dua rakaat dan boleh ditambah sesuai kemampuan, dengan salam setiap dua rakaat. Tata caranya sama seperti sholat sunnah lainnya:

Membaca niat di dalam hati

Takbiratul ihram

Membaca doa iftitah (jika biasa diamalkan)

Membaca Surah Al-Fatihah

Membaca ayat atau surah Al-Qur’an

Rukuk

I’tidal

Sujud pertama

Duduk di antara dua sujud

Sujud kedua

Rakaat berikutnya dilakukan dengan urutan yang sama

Tasyahud akhir

Salam

Yang membedakan sholat hajat dengan sholat sunnah lainnya terletak pada niat serta doa khusus yang dipanjatkan setelah sholat.

 

Doa Setelah Sholat Hajat

 

Seusai sholat, dianjurkan untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati. Diawali dengan pujian kepada Allah dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan hajat secara pribadi.

 

Permohonan bisa berupa ampunan dosa, kemudahan urusan, ketenangan hati, kesehatan, serta segala kebutuhan yang baik menurut syariat. Intinya, doa setelah sholat hajat adalah momen mencurahkan harapan kepada Allah dengan keyakinan bahwa hanya Dia sebaik-baik tempat bergantung.

 

Malam Nisfu Syaban dapat menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, dan memperkuat doa. Sholat hajat di malam tersebut menjadi salah satu cara seorang hamba mengetuk pintu rahmat Allah, memohon pertolongan dengan penuh harap dan keikhlasan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit