TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Komunitas GUA Edukasi Siswa SD Jaga Lingkungan

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026 | 07:15 WIB
Komunitas Guna Ulang Aja (GUA) kembali turun ke sekolah untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini. Kali ini, para relawan menyambangi SD Negeri Bambu Apus 02.
Komunitas Guna Ulang Aja (GUA) kembali turun ke sekolah untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini. Kali ini, para relawan menyambangi SD Negeri Bambu Apus 02.

PAMULANG-Siswa SD Negeri Bambu Apus 02, Kecamatan Pamulang diedukasi soal lingkungan berbasis metode reduce, reuse, recycle (3R) dari Komunitas Guna Ulang Aja (GUA), Rabu (11/2). Sebanyak 266 siswa kelas IV dan V mengikuti sesi edukasi yang dikemas santai dan interaktif di sekolah tersebut. 

 

 Dalam kegiatan ini, GUA memperkenalkan jenis-jenis sampah, cara pengelolaannya, hingga risiko pencemaran lingkungan. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat aktif melalui permainan edukatif, kuis berhadiah, serta praktik memilah sampah.

 

Suasana semakin semarak saat sesi kuis digelar. Para pemenang mendapatkan tumbler dan wadah makan guna ulang sebagai bentuk edukasi nyata agar siswa terbiasa mengurangi sampah plastik sekali pakai.

 

“Hadiah itu sekaligus untuk membiasakan anak-anak memakai wadah guna ulang, supaya mengurangi sampah plastik sekali pakai,” kata Koordinator Komunitas GUA, Ardianto Prabowo.

 

Menurut Ardianto, pendekatan berbasis praktik dinilai lebih efektif dalam membangun kebiasaan baru dibandingkan sekadar penyampaian teori di kelas.

 

Untuk mengukur efektivitas program, GUA menerapkan metode evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Sebelum edukasi dimulai, siswa kelas V diminta mengisi kuesioner guna mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang sampah dan penerapan prinsip 3R.

 

 Evaluasi lanjutan akan dilakukan sekitar sepekan setelah kegiatan berlangsung guna melihat perubahan pola pikir dan kebiasaan siswa.

 

 “Nanti sekitar sepekan setelah edukasi, kami berikan kuesioner lagi. Jadi bisa terlihat perubahan pemahaman dan kebiasaan mereka sebelum dan sesudah kegiatan,” ujar Bowo, sapaan akrab Ardianto.

 

 Langkah ini menjadi bagian dari komitmen GUA untuk memastikan edukasi tidak berhenti pada seremoni, melainkan berdampak pada perilaku sehari-hari siswa.

 

 Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyuluh Lingkungan Hidup Odji Soesanto serta Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, El Sandy Adha Muhkti. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap kolaborasi antara komunitas dan sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan.

 

Kepala SD Negeri Bambu Apus 02, Sutiyah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap materi yang diberikan dapat diterapkan dalam keseharian siswa. “Kami berharap anak-anak bisa mempraktikkan apa yang disampaikan kakak-kakak dari Komunitas GUA. Terima kasih sudah datang dan berbagi,” katanya.

 

 Komunitas GUA dikenal sebagai kelompok pemuda yang aktif mengampanyekan pengurangan sampah, khususnya melalui praktik guna ulang (reuse). Edukasi ke sekolah menjadi salah satu program rutin mereka untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

 

Melalui kegiatan langsung di sekolah, GUA berharap semakin banyak generasi muda yang sadar pentingnya memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit