TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo

Reporter & Editor : AY
Minggu, 22 Maret 2026 | 16:58 WIB
Presiden Peabowo saat berdiskusi dengan Insan Pers beberapa waktu lalu. Foto : Bakom RI
Presiden Peabowo saat berdiskusi dengan Insan Pers beberapa waktu lalu. Foto : Bakom RI

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keterbukaan Indonesia terhadap kerja sama investasi dengan Amerika Serikat tetap berada dalam koridor kepentingan nasional.

 

Ia menyampaikan, meskipun terdapat pembahasan terkait perjanjian tarif dengan AS, seluruh investasi yang masuk ke Indonesia wajib mengikuti aturan yang berlaku, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam.

 

Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti pentingnya penerapan harga pasar internasional dalam pengelolaan mineral kritis. Menurutnya, Indonesia terbuka bagi pihak asing selama mematuhi ketentuan pemerintah.

 

“Soal mineral kritis, saya sudah katakan kita terbuka, tetapi semuanya harus mengikuti harga pasar internasional,” ujar Presiden.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keterlibatan pihak asing dalam sektor pertambangan bukan hal baru. Pemerintah telah lama memberikan izin, seperti pada pengelolaan tambang oleh Freeport Indonesia yang kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan besar bagi negara.

 

“Kalau mereka mau mengikuti aturan, kita izinkan. Freeport sudah beroperasi puluhan tahun dan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara,” katanya.

 

Utamakan Hilirisasi

 

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tetap menjadi prioritas utama. Indonesia tidak mengizinkan ekspor bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan di dalam negeri.

 

“Bahan mentah harus diproses di dalam negeri. Kalau mereka ingin menambang dan memproses di sini, tentu kita izinkan,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa mineral kritis merupakan komoditas strategis yang harus memberikan nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia.

 

“Selama dibayar sesuai harga pasar internasional, siapa pun yang mengelola tetap memberikan nilai ekonomi bagi negara. Yang penting kita memberikan akses dengan aturan yang jelas,” ujar Prabowo.

 

Dengan demikian, pemerintah tetap membuka peluang investasi asing, namun harus tunduk pada regulasi nasional serta mendukung agenda hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit