Trump Banggakan Operasi Epic Fury, Schumer Sebut Blunder Terbesar AS
AMERIKA SERIKAT – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaparkan keberhasilan Operasi Epic Fury dalam pidato nasional di Gedung Putih, Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat atau Kamis (2/4/2026) pagi WIB. Namun, pidato tersebut menuai kritik tajam dari sejumlah pihak, termasuk Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer.
“Kebijakan Donald Trump di Iran akan tercatat sebagai salah satu blunder terbesar dalam sejarah kita,” ujar Schumer, seperti dikutip dari BBC, Kamis (2/4/2026).
Politisi Partai Demokrat asal New York itu menilai Trump gagal menjelaskan secara rinci tujuan perang, alasan menjauh dari sekutu, serta kurang memperhatikan persoalan domestik yang dihadapi masyarakat Amerika.
Di sisi lain, dukungan datang dari Senator Partai Republik, Lindsey Graham. Dalam wawancaranya dengan Fox News, Graham menyebut Iran sebenarnya memiliki peluang untuk menempuh jalur diplomasi.
“Iran punya pilihan untuk membuat kesepakatan, tetapi mereka memilih untuk menghadapi serangan,” ujarnya.
Graham juga menilai pidato Trump telah menjelaskan target strategis yang dapat melemahkan kemampuan rezim Iran untuk bertahan dalam jangka panjang, termasuk ancaman terhadap infrastruktur vital seperti jaringan listrik.
Dalam pidatonya, Trump mengklaim sejumlah pencapaian penting, antara lain penghancuran rudal balistik Iran beserta fasilitas produksinya.
Diketahui, operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran telah dimulai sejak 28 Februari 2026 melalui serangkaian serangan udara di berbagai wilayah. Salah satu serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu





