Siswa Keracunan MBG Pulih, BGN Minta Maaf
JAKARTA - Mayoritas dari 72 siswa yang mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur kini telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kondisi para siswa menunjukkan perbaikan signifikan. Sebagian besar yang sempat dirawat di RSKD Duren Sawit sudah diperbolehkan pulang.
Pramono memastikan akan terus memantau kondisi para siswa dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Ia juga menyebut, berdasarkan keterangan siswa, dugaan sementara penyebab keracunan mengarah pada menu spaghetti.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. BGN memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung dan operasional dapur penyedia makanan dihentikan sementara.
BGN juga menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 disuspensi karena belum memenuhi standar, terutama terkait kondisi dapur dan sistem pengolahan limbah.
Menu yang disajikan saat kejadian meliputi spaghetti bolognese, bola daging, scramble egg tofu, sayuran, dan buah stroberi. Dugaan awal menyebutkan makanan tidak dalam kondisi segar akibat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan konsumsi.
Ke depan, BGN berkomitmen memperketat pengawasan untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4/2026), dengan gejala yang dialami siswa berupa demam, mual, muntah, dan diare. Para siswa berasal dari beberapa sekolah di wilayah Jakarta Timur.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


