TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Menko Pangan Pastikan Pupuk Mudah Didapat, Harga Panen Petani Tetap Menguntungkan

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:27 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto : Ist
Menko Pangan Zulkifli Hasan. Foto : Ist

LAMPUNG - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembenahan distribusi pupuk, penguatan harga hasil panen, hingga percepatan pembangunan sarana pertanian. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional.


Komitmen itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat menghadiri Rembuk Tani Lampung di Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, aparat keamanan, serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Lampung Selatan.


Suasana rembuk berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para petani memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog langsung dengan pemerintah sekaligus menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di sektor pertanian.


Dalam sambutannya, Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—mengatakan dirinya mendapat amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kebijakan pangan berjalan optimal dan berpihak kepada petani.


“Petani harus makmur, tidak boleh ditawar,” tegasnya.


Menurut Zulhas, pembangunan sektor pangan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.


“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan pupuk mudah diperoleh, irigasi berjalan baik, dan harga hasil panen tetap menguntungkan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir pemerintah terus membenahi tata kelola pupuk agar distribusinya lebih tepat sasaran dan mudah diakses petani. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya produksi pertanian nasional.


“Dulu produksi kita sekitar 30 juta ton. Sekarang meningkat menjadi lebih dari 34 juta ton per tahun,” ungkapnya.


Selain memperbaiki distribusi pupuk, pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga hasil panen. Saat ini harga gabah berada di kisaran Rp6.500 per kilogram, sementara harga komoditas lain seperti jagung dan singkong juga menunjukkan tren positif.


Dalam dialog tersebut, para petani turut menyampaikan berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan bibit unggul, alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, bantuan sumur bor untuk menghadapi musim kemarau, hingga penanganan hama penyakit jagung.


Menanggapi berbagai aspirasi itu, Zulhas meminta pemerintah daerah segera menyusun daftar kebutuhan prioritas agar dapat segera ditindaklanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait.


“Nanti urus suratnya, kirim ke saya, kita urus bersama. Yang penting kebutuhan petani harus kita bantu,” katanya.


Tak hanya fokus pada sektor pangan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan perkebunan untuk penelitian dan pembibitan unggul berbagai komoditas seperti kelapa, kopi, dan kakao. Bibit hasil pengembangan nantinya akan dibagikan kepada petani guna memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan produktivitas masyarakat.


Zulhas berharap penguatan sektor pertanian dan perkebunan dapat mempercepat tercapainya ketahanan serta swasembada pangan nasional.


Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya.


“Dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit