Satu Tahun Zakiyah-Najib, 717.147 Warga Kurang Mampu Difasilitasi Jaminan Kesehatan, 559.770 Warga Terlayani CKG
SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas terus memperkuat sektor kesehatan sebagai fondasi utama mewujudkan visi Serang Bahagia.
Dalam kurun satu tahun kepemimpinan Zakiyah-Najib, berbagai langkah strategis dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari rehabilitasi fasilitas puskesmas, pembangunan puskesmas baru, penguatan layanan kesehatan dasar, penanganan stunting, hingga perluasan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mencatat, sepanjang Juni 2025 hingga 30 Maret 2026, capaian layanan CKG telah menjangkau sebanyak 559.770 jiwa. Angka tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat Kabupaten Serang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Efrizal mengatakan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan program kuratif, tetapi harus dimulai dari pembenahan layanan primer yang nyaman, mudah diakses, dan berkualitas.
“Di bawah arahan Ibu Bupati Ratu Rachmatuzakiyah dan Bapak Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas, kami terus melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas puskesmas. Tahun ini ada empat puskesmas yang direhabilitasi dan satu puskesmas baru dibangun sebagai bagian dari pemerataan akses layanan kesehatan. Rehabilitasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman, aman, dan manusiawi,” ujar Efrizal.
Ia menjelaskan, rehabilitasi dan pembangunan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Serang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar. Dengan fasilitas yang lebih baik, tenaga kesehatan juga dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.
“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kualitas sarana dan prasarananya harus terus ditingkatkan. Kami ingin masyarakat datang ke puskesmas dengan rasa nyaman, tidak khawatir terhadap fasilitas, dan mendapatkan pelayanan terbaik,” katanya.
Selain pembenahan infrastruktur, Dinas Kesehatan juga fokus pada isu kesehatan strategis, termasuk penanganan stunting, penurunan angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Menurut Efrizal, Pemkab Serang terus memperkuat pendampingan terhadap ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
“Program kesehatan kami tidak berhenti pada pengobatan, tetapi juga menyasar pencegahan sejak dini. Pendampingan ibu hamil terus diperkuat untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Begitu juga intervensi terhadap anak-anak stunting dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan gizi, edukasi keluarga, dan monitoring intensif. Ini adalah investasi besar untuk masa depan generasi Kabupaten Serang,” jelasnya.
Salah satu langkah paling signifikan Pemkab Serang adalah memastikan masyarakat kurang mampu tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan melalui pembiayaan BPJS Kesehatan. Pemerintah hadir agar faktor ekonomi tidak menjadi penghalang masyarakat untuk mendapatkan layanan medis.
Berdasarkan data yang dihimpun, total warga kurang mampu yang mendapatkan fasilitasi jaminan kesehatan mencapai ratusan ribu jiwa, dengan rincian: PBI APBN sebanyak 373.865 jiwa, PBPU Pemda Kabupaten Serang melalui APBD Kabupaten sebanyak 161.797 jiwa, dan PBPU Pemda Provinsi melalui APBD Provinsi sebanyak 181.485 jiwa.
Program tersebut menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat rentan, sekaligus memastikan perlindungan kesehatan berjalan lebih inklusif.
“Jaminan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Pemkab Serang berkomitmen memastikan warga kurang mampu tetap terlindungi. Dengan dukungan pembiayaan dari pusat, provinsi, dan daerah, kami ingin masyarakat fokus pada kesembuhan tanpa dibebani kekhawatiran biaya,” tegas Efrizal.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Sarinah, warga Kecamatan Petir, mengaku sangat terbantu dengan kepesertaan BPJS PBI yang difasilitasi pemerintah.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Bupati dan Pemkab Serang. BPJS ini sangat membantu keluarga kami. Saat kami butuh berobat, kami tidak lagi terlalu khawatir soal biaya. Bagi warga kecil seperti kami, bantuan ini benar-benar sangat berarti,” ujar Sarinah.
Ia berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat kecil yang merasakan manfaatnya.
“Semoga pemerintah daerah terus peduli dengan rakyat kecil. Kami merasakan langsung bahwa pemerintah hadir membantu masyarakat,” katanya.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa satu tahun kepemimpinan Zakiyah-Najib tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan.
Dengan penguatan puskesmas, pembangunan fasilitas baru, penanganan stunting, penurunan AKI dan AKB, serta jaminan kesehatan yang semakin luas, Pemkab Serang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan.
Melalui langkah tersebut, visi Serang Bahagia tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.(cmb)
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu





