TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Pemkot Tangerang Perluas Peluang Kerja Masyarakat Hingga Ke Jepang

Reporter & Editor : Redaksi
Kamis, 04 Juni 2026 | 09:15 WIB
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menyaksikan penandatanganan MoU antara Liana Segrus Jepang dengan sekolah di Kota Tangerang dan Tangsel. ISTIMEWA
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menyaksikan penandatanganan MoU antara Liana Segrus Jepang dengan sekolah di Kota Tangerang dan Tangsel. ISTIMEWA

TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat hingga ke luar negeri. Upaya tersebut ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) penempatan tenaga kerja ke Jepang antara PT Wahana Karya Suplaindo dan PT Liana Segrus Jepang.

 

Acara itu berlangsung di Gedung LPK Wahana Danau Indah, di Jalan Industri, Blok.M01, RT.001/RW.003, Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci dengan sejumlah sekolah, Rabu (3/6).

 

Penandatanganan kerja sama ini disaksikan langsung Wali Kota Tangerang, Sachrudin, sebagai bagian dari implementasi program unggulan Gampang Kerja. 

 

Sachrudin mengatakan, perjanjian tersebut menjadi langkah konkret dalam membuka peluang kerja bagi warga Kota Tangerang, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. 

 

“Program Gampang Kerja bukan hanya menciptakan tenaga kerja yang siap pakai, namun membuka akses pekerjaan hingga ke luar negeri, termasuk Jepang,” ujarnya. 

 

Menurutnya, program penempatan tenaga kerja ke Jepang telah menunjukkan hasil positif. Hingga kini, sebanyak 271 tenaga kerja asal Kota Tangerang telah diberangkatkan ke Negeri Sakura.

 

Ia pun menyebut program Gampang Kerja berkontribusi menurunkan angka pengangguran di Kota Tangerang. Jumlah pengangguran yang sebelumnya mencapai sekitar 113 ribu orang kini turun menjadi sekitar 58 ribu orang. “Kami melihat hasil yang signifikan dari berbagai upaya penempatan tenaga kerja yang dilakukan secara kolaboratif,” ucapnya.

 

Dia berpesan kepada calon pekerja yang akan berangkat ke Jepang untuk mempersiapkan kemampuan bahasa, keterampilan kerja dan kedisiplinan. Pasalnya, ketiga aspek itu menjadi modal penting untuk beradaptasi dan bersaing di dunia kerja Jepang.

 

CEO PT Liana Segrus Jepang, Kazuya Yamanouchi menegaskan, kemampuan berbahasa Jepang menjadi syarat utama bagi calon pekerja Indonesia. Di mana komunikasi yang baik akan mempermudah proses kerja dan adaptasi di lingkungan kerja Jepang.

 

Kazuya juga memastikan pekerja Indonesia tidak perlu khawatir terkait fasilitas ibadah maupun ketersediaan makanan halal. Lalu, sebagian besar perusahaan di Jepang telah menyediakan fasilitas dasar bagi pekerja asing, seperti asrama dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari.

 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan menerangkan, pihaknya menggandeng Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi di Banten untuk menjaring calon tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri. Selain Jepang, perusahaan juga membuka peluang kerja ke Taiwan, Korea Selatan, Turki dan sejumlah negara Eropa melalui skema Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

 

“Kami terus melakukan sosialisasi melalui sekolah, perguruan tinggi dan berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan agar masyarakat mengetahui jalur kerja luar negeri yang resmi dan aman,” tuturnya. 

 

Dirinya menambahkan, perusahaan memberikan pendampingan dan pengawasan kepada pekerja sejak proses keberangkatan hingga kembali ke Indonesia melalui perwakilan yang ditempatkan di negara tujuan.

 

Setelah itu, peserta akan mengikuti proses wawancara dan memperoleh sertifikat keahlian Specified Skilled Worker (SSW) yang menjadi salah satu syarat administrasi untuk mendapatkan visa kerja di Jepang. 

 

Terkait pembiayaan, Ujang menyampaikan, PT LPK Wahana Dana Indah menyediakan skema dana talangan bagi peserta yang memiliki keterbatasan ekonomi namun serius mengikuti program tersebut.

 

Berikutnya, Pemkot Tangerang pun tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) untuk memberikan dukungan pembiayaan kepada warga yang mengikuti program penempatan kerja luar negeri.

 

“Kami sedang menyusun Perwal untuk memberikan subsidi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya juga akan mencakup subsidi pelatihan bahasa Jepang maupun pelatihan di LPK yang ada di Kota Tangerang, khususnya bagi warga Kota Tangerang,” pungkasnya.

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit