Menuju Piala Dunia: Indonesia Perlu Perkuat Pembinaan Talenta Muda Sejak Dini
JAKARTA – Langkah Timnas Indonesia menuju putaran final Piala Dunia 2026 memang belum terwujud setelah gagal melampaui fase kualifikasi zona Asia. Namun, peluang untuk tampil di panggung sepak bola dunia di masa depan dinilai tetap terbuka lebar apabila pembangunan fondasi dilakukan secara konsisten dari sekarang.
Salah satu perhatian utama tertuju pada pengembangan pemain usia muda sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing sepak bola nasional. Pendekatan ini juga menjadi fokus World Sport Academy (WOSPAC) Indonesia yang mendorong pembinaan berkelanjutan dan pengalaman internasional bagi talenta muda Indonesia.
CEO WOSPAC Indonesia, Benhard Sitorus, menilai Indonesia memiliki sumber daya pemain yang menjanjikan. Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung sistem pembinaan yang terstruktur, berjenjang, dan berorientasi jangka panjang.
Dalam webinar nasional bertemưa Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Benhard menyampaikan bahwa kemajuan sepak bola nasional tidak hanya ditentukan hasil instan, tetapi oleh kualitas proses pembinaan.
Menurut dia, tim yang kuat lahir dari perencanaan matang, pengembangan pemain sejak usia dini, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif
Fokus Pada Pembinaan dan Pengalaman Global
WOSPAC Indonesia menempatkan pembinaan usia muda sebagai prioritas utama. Program yang dijalankan tidak bertujuan menggantikan metode lokal, melainkan membuka akses bagi pemain Indonesia untuk belajar langsung di lingkungan sepak bola yang lebih kompetitif.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan kombinasi antara pelatihan performa tinggi, pendidikan formal yang terintegrasi, serta pembentukan karakter dan mental bertanding.
Pengembangan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek teknis di lapangan, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, disiplin, pola pikir profesional, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.
WOSPAC secara khusus membidik pemain berusia 13–14 tahun untuk menjalani pembinaan di Spanyol. Kelompok usia ini dinilai ideal karena memiliki waktu adaptasi yang cukup untuk berkembang sekaligus membuka peluang meniti jalur profesional melalui sistem kompetisi dan pengembangan berkelanjutan.
Selama mengikuti program, para pemain tidak hanya berlatih, tetapi juga terlibat dalam kompetisi resmi agar terbiasa menghadapi tekanan pertandingan dan tuntutan performa.
Selain pengalaman kompetitif, peserta juga memperoleh akses lebih luas terhadap jaringan klub, pencari bakat, dan peluang karier di sepak bola internasional.
Kolaborasi Jadi Kunci Target Jangka Panjang
WOSPAC menyatakan kesiapan mendukung arah pembangunan sepak bola nasional yang sejalan dengan target jangka panjang federasi. Untuk mewujudkan ambisi tampil di Piala Dunia pada masa mendatang, diperlukan kerja bersama antara federasi, pemerintah, sektor swasta, akademi, dan industri sepak bola.
Dengan sistem pembinaan yang konsisten dan ekosistem yang terus diperkuat, Indonesia dinilai memiliki peluang membangun generasi pemain yang mampu bersaing di level dunia dan membawa sepak bola nasional mencapai target yang lebih tinggi pada dekade mendatang.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




