TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jumlah Warga Tangsel 65 Tahun Ke Atas Capai 13,14 Persen Dari Total Penduduk

Organisasi Lansia Aktif & Peduli Indonesia Dikukuhkan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie bersama pengurus Lansia Aktif dan Peduli Indonesia (Lantip) Kota Tangsel. Foto : Ist
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie bersama pengurus Lansia Aktif dan Peduli Indonesia (Lantip) Kota Tangsel. Foto : Ist

CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia). Salah satunya dengan membentuk Pengurus Daerah Organisasi Lansia Aktif dan Peduli Indonesia (LANTIP) Kota Tangsel. 

 

 Kehadiran organisasi tersebut diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan bagi para lansia. Agar bisa langsung bekerja, para pengurus LANTIP sudah dikukuhkan, kemarin. 

 

 Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, populasi lansia di Kota Tangsel terus bertambah, sehingga membutuhkan perhatian yang lebih terarah. Menurutnya, keberadaan organisasi yang menghimpun para lansia akan memudahkan pemerintah menjalankan berbagai program secara lebih efektif.

 

 "Jumlah lansia di Tangerang Selatan cukup besar. Dengan adanya organisasi seperti LANTIP, pemerintah akan lebih mudah menjangkau mereka sehingga program kesehatan, pembinaan, maupun kegiatan sosial bisa dilaksanakan secara lebih optimal," ujar Benyamin usai pengukuhan. 

 

 Ia mengungkapkan, warga berusia 65 tahun ke atas kini mencapai sekitar 13,14 persen dari total penduduk Kota Tangsel. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan pelayanan bagi kelompok usia lanjut sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

 

 Benyamin menambahkan, salah satu target yang ingin dicapai adalah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat. Saat ini angka harapan hidup warga Tangsel berada di kisaran 73 tahun dan diharapkan terus meningkat hingga mencapai 74 sampai 75 tahun.

 

 "Kalau kesehatan lansia terus terjaga dan pembinaannya berjalan baik, tentu angka harapan hidup masyarakat juga akan semakin meningkat. Karena itu kolaborasi dengan berbagai organisasi sangat diperlukan," katanya.

 

 Sementara, Ketua Umum Harian Pusat LANTIP Indonesia, Ito Sumardi menjelaskan, bahwa LANTIP hadir sebagai wadah bagi para lansia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif. Selama lima tahun terakhir, organisasi tersebut telah menjalankan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia.

 

 "Kami tidak hanya mendorong layanan kesehatan, tetapi juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi dan pendidikan melalui Sekolah Lansia Nasional. Tujuannya agar para lansia tetap sehat, mandiri, dan memiliki ruang untuk terus berkarya," jelas Ito.

 

 Ia mengatakan, jaringan LANTIP kini telah berkembang di berbagai daerah, termasuk Tangerang Selatan, Banten, DKI Jakarta, hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Ke depan, pihaknya akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar perhatian terhadap kesejahteraan lansia semakin meningkat.

 

 "Kami berharap isu-isu yang berkaitan dengan lansia menjadi perhatian bersama. Dengan dukungan pemerintah, berbagai program yang telah disiapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas," tandasnya.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit