TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tim Robotik MTs Pembangunan UIN Jakarta Sabet Dua Juara Kompetisi Robot Tingkat Internasional di Malaysia

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Tim Robotik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembangunan UIN Jakarta. Foto : Ist
Tim Robotik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembangunan UIN Jakarta. Foto : Ist

CIPUTAT TIMUR – Tim Robotik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembangunan UIN Jakarta menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Empat siswa madrasah tersebut berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam World Robotic Center Competition 4.0 yang berlangsung di Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia.

 

Tim MTs Pembangunan UIN Jakarta berhasil meraih Juara 2 kategori Robot Sumo dan Juara 3 kategori Robot Kreatif dalam kompetisi yang diikuti peserta dari sejumlah negara.

 

Empat siswa yang tergabung dalam tim tersebut yakni Arsyad Satriaji Nugroho dan Khalid Mikosetiyo Tanjung dari kelas 8F, Arya Hanif Muftiza dari kelas 9E, serta Yoshiki Umar Mikosetiyo dari kelas 9F.

 

Pelatih Tim Robotik MTs Pembangunan UIN Jakarta, Muhammad Zhafran Athofani, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Sebelum berlaga di Malaysia, tim terlebih dahulu mengikuti kompetisi robotik tingkat nasional di Bandung pada April 2026 dan berhasil meraih juara pertama.

 

Prestasi itu kemudian mengantarkan mereka memperoleh undangan untuk mengikuti kompetisi tingkat internasional di Malaysia.

 

“Awalnya kita menang kejuaraan tingkat nasional di Bandung pada bulan April lalu. Terus kita diundang untuk melanjutkan kompetisinya tingkat internasional di Malaysia, tepatnya di UPM,” ujar Zhafran saat dihubungi, Kamis (13/8).

 

Tim Robotik Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembangunan UIN Jakarta. Foto : Ist

 

Untuk menghadapi kompetisi internasional tersebut, para siswa menjalani persiapan selama sekitar dua bulan. Waktu libur sekolah pun dimanfaatkan untuk berlatih dan menyempurnakan robot yang akan digunakan dalam perlombaan.

 

“Selama anak-anak libur sekolah kita sudah lakukan persiapan. Biasanya dari siang sudah ke sekolah, latihan sampai malam,” katanya.

 

Dalam kompetisi tersebut, peserta bertanding pada sejumlah kategori, di antaranya Robot Kreatif, Robot Sumo, Robot Soccer, dan Robot Transporter. Persaingan berlangsung ketat lantaran diikuti peserta dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong hingga Taiwan.

 

Pada kategori Robot Kreatif, tim MTs Pembangunan UIN Jakarta menghadirkan robot yang mampu membuat jamu secara otomatis berdasarkan keluhan atau kebutuhan pengguna.

 

“Robot yang kita buat masuk kategori kreatif. Kita membuat robot untuk membuat jamu secara otomatis, tetapi sesuai dengan keluhan dari penggunanya,” jelas Zhafran.

Robot tersebut juga dikembangkan dengan teknologi yang terintegrasi dengan situs web dan kecerdasan buatan atau AI.

 

Sementara pada kategori Robot Sumo, tim berhasil meraih Juara 2. Robot yang dimainkan secara satu lawan satu itu harus mendorong robot lawan hingga keluar dari arena pertandingan.

 

Di partai final, tim MTs Pembangunan UIN Jakarta berhadapan dengan peserta asal Indonesia. Meski demikian, Zhafran menyebut peserta asal Malaysia menjadi salah satu pesaing terberat karena memiliki teknologi yang mumpuni.

“Sejujurnya yang terberat itu dari Malaysia. Soalnya mereka punya teknologi bagus, tidak kalah dari Indonesia,” ungkapnya.

 

Perjuangan menuju podium internasional tidak mudah. Para siswa harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dan latihan robotik. Khusus untuk kategori Robot Kreatif, seluruh proses perakitan dan pengembangan dilakukan sendiri oleh para siswa di sekolah.

 

“Robot yang kreatif ini kita buat sendiri di sekolah, ngerakit sendiri, trial and error, sampai bonding sendiri. Jadi perlu waktu yang lebih banyak untuk persiapan,” tuturnya.

 

Ketertarikan siswa terhadap robotik menjadi salah satu modal penting dalam proses tersebut. Para peserta sebelumnya telah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotik dan memang memiliki minat terhadap kegiatan merakit serta mengembangkan teknologi sejak usia dini.

 

Salah satu anggota tim, Arya Hanif Muftiza, mengaku bangga dengan capaian yang diraih bersama rekan-rekannya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, latihan dan kekompakan tim.

 

“Kami sangat senang dan bangga karena berhasil meraih Juara 3 dalam lomba robotik ini. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, latihan, kerja sama tim, serta dukungan dari guru dan orang tua,” kata Arya.

 

Ia menyebut pengalaman mengikuti kompetisi internasional tersebut memberikan banyak pelajaran, mulai dari kreativitas, ketelitian hingga pentingnya memiliki semangat pantang menyerah.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berprestasi di bidang robotik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami,” ujarnya.

 

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Pembangunan UIN Jakarta sekaligus guru pendamping, Aqsol Aziz, turut mengapresiasi pencapaian para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah, terlebih para peserta masih duduk di kelas 8 dan 9.

 

Aqsol menjelaskan, keberangkatan ke Malaysia merupakan lanjutan dari prestasi yang diraih pada kompetisi nasional di Bandung.

 

“Awalnya kita ikut lomba tingkat nasional di Bandung. Kemudian kita mendapatkan juara 1. Selanjutnya kita dapat undangan untuk mengikuti lomba internasional yang diadakan di UPM di Malaysia,” kata Aqsol.

 

Dia berharap prestasi tersebut menjadi pemacu bagi sekolah untuk semakin memberikan dukungan terhadap pengembangan robotik. Sebab, pembinaan robotik membutuhkan latihan intensif sekaligus dukungan pembiayaan yang memadai.

 

“Harapannya tentu ke depan lebih bisa support lagi dari pihak sekolah karena memang kita tahu bahwa robotik ini kan butuh support dana yang lumayan, baik orang tua maupun dari pihak sekolah tentunya,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit