TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dinkes Kota Serang Alokasikan Anggaran Rp 2,65 Miliar untuk Penanggulangan Penyakit Tuberculosis

Penanggulangan Tuberculosis Menjadi Prioritas Nasional

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi
Rabu, 01 Juli 2026 | 18:37 WIB
Ilustasi TBC.(bantenprov.go.id)
Ilustasi TBC.(bantenprov.go.id)

SERANG - Tahun ini dalam APBD TA 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan mendapatkan alokasi anggaran Rp 6.591.109.910. Dari jumlah tersebut sebesar Rp 2.654.762.360 atau 40,27 persen dialokasikan untuk pelayanan kesehatan penyakit Tuberkulosis (TB). Besarnya alokasi anggaran untuk penanganan TB karena tingginya kasus penemuan TB di Kota Serang, bahkan menempati posisi ketiga atas temuan kasus TB di Provinsi Banten.

 

Ketua Tim Kerja (Katim) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) pada Dinkes Kota Serang, Usep Khudori menjelaskan, tingginya kasus TB dipengaruhi sejumlah faktor, seperti pola hidup, hunian yang kurang layak serta lingkungan yang tidak sehat.

 

Kata dia, tahun ini Dinkes Kota serang mendapatkan target 3.113 temuan TB dan hingga Juni 2026 berhasil ditemukan 1.506 kasus. Penanggulangan TB dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan peran serta masyarakat, kader dan juga Puskesmas, di antaranya dengan gerebek TB untuk mendiagnosis pasien TB dan IK (Investigasi Kontak).

 

“Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan tracing TB (pelacakan kontak, red) yang melibatkan kader, petugas kesehatan, dan juga masyarakat. Alat yang digunakan untuk tracing TB merupakan alat yang dihibahkan dari Kementerian Kesehatan yakni Portable X Ray dan ini pelaksanaannya panjang juga, dimulai Juli ini namun untuk juknis (petunjuk teknis, red) masih menunggu dari pusat,” ujar Usep Khudori, saat ditemui tangselpos.id di kantornya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cipare, Kota Serang, Rabu (1/7/2026) siang.

 

Dirinya mengakui, anggaran untuk penanganan TB dalam tiap tahun cukup tinggi karena memang ini menjadi prioritas nasional. Sebab, secara global Indonesia berada pada posisi kedua setelah India dalam kasus temuan TB. Maka dari fakta tersebut, penanganan kasus TB menjadi prioritas dan tidak hanya di Kota Serang melainkan di daerah lain di Indonesia.

 

Dikatakan Usep, tahun ini pihaknya mendapatkan anggaran Rp 2.654.762.360 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Kementerian Kesehatan. Anggaran sebesar itu di antaranya dialokasikan untuk belanja Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) berupa Cartridge TCM (Tes Cepat Molekuler). “Untuk anggaran memang kita memang tiap tahun dapat besar untuk pengadaan BMHP Cartridge TCM. Karena Catridge TCM itu untuk pemeriksaan sampel dahak yang dilakukan oleh teman-teman di Puskesmas,” terangnya.

 

Fasilitas Cartridge TCM, sambung Usep, saat ini terdapat di lima fasilitas kesehatan, yakni di Puskesmas Kilasah dan Puskesmas Serang Kota, kemudian di RSUD Kota Serang, RSUD Provinsi Banten, dan RS Sari Asih. Sebanyak 16 Puskesmas di Kota Serang, sambung Usep, sudah cukup optimal dalam melakukan penanggulangan TB, salah satunya dengan melacak TB di tengah masyarakat, pengambilan sampel dahak, serta mendorong untuk dilakukan pengobatan. “Nah di sampel (dahak, red) itu yang dilakukan pemeriksaan melalui Cartridge TCM, makanya anggarannya besar karena lumayan besar juga harganya dan itu tidak pernah putus setiap tahun anggaran dari pusat melalui DAK non fisik,” sambungnya.

 

Disiplin Minum Obat, Penderita TB Bisa Sembuh

 

Terpisah, Pj. Program Tuberkulosis Puskesmas Walantaka, Masykhuroh Agustina menjelaskan, tahun ini di wilayah kerjanya terdapat 84 pasien TB yang dalam proses pengobatan. Bahkan tahun ini Puskesmas Walantaka mendapatkan target 422 estimasi pasien yang perlu mendapatkan pengobatan dan jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu di angka 414 temuan. “Data per Januari-Juni 2024 ada 82 pasien, dari jumlah itu 3 pasien putus pengobatan, 3 pasien meninggal dunia, dan 76 pasien dinyatakan sembuh. Artinya warga yang didiagnosis TB ini masih ada harapan untuk sembuh asal disiplin minum obat yang disediakan oleh petugas kesehatan dan obatnya ini gratis,” terang wanita yang akrab disapa Tina ini.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit