Jelang Masuk Sekolah, Pemkot Pastikan Bus Gratis Siap Beroperasi
SERPONG – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan layanan bus sekolah gratis siap kembali beroperasi untuk melayani para pelajar. Seluruh armada dipastikan dalam kondisi laik jalan setelah menjalani perawatan menyeluruh selama masa libur sekolah.
Kesiapan armada tersebut dipastikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat meninjau Terminal Tipe C BSD, Serpong, Jumat (10/7). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan siap digunakan pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7).
Pilar mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan servis dan pemeriksaan menyeluruh terhadap armada bus sekolah gratis.
"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan yang sudah dengan antisipatif mempersiapkan bus sekolah operasionalnya di hari Senin besok," ujar Pilar.
Menurutnya, seluruh armada telah menjalani pemeriksaan teknis, mulai dari servis kendaraan, penggantian ban hingga uji KIR. Dengan begitu, bus sekolah dipastikan siap kembali melayani aktivitas antar jemput pelajar.
"Semuanya sudah diuji KIR dan insya Allah siap beroperasi seperti biasa setiap hari," katanya.
Pilar mengungkapkan, minat masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis terus meningkat. Sepanjang tahun ini, jumlah pengguna layanan tersebut telah mencapai sekitar 98.500 penumpang.
Melihat tingginya animo masyarakat, Pemkot Tangsel berupaya menambah armada bus sekolah secara bertahap. Selain mengoptimalkan armada yang ada, Pemkot juga masih menunggu realisasi hibah kendaraan dari Kementerian Perhubungan.
"Insya Allah ke depan kita upayakan. Yang pertama kita optimalkan yang ada. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita bisa menambah bus sekolah gratis supaya jumlah penumpangnya lebih banyak lagi karena animonya sangat luar biasa," tuturnya.
Selain melayani pelajar umum, Pemkot Tangsel juga mengoperasikan dua unit bus dan satu unit elf khusus bagi anak berkebutuhan khusus yang menuju Sekolah Khusus (SKH). Dalam layanan tersebut, orang tua diperbolehkan mendampingi anak selama perjalanan.
Pilar mengakui operasional bus khusus tersebut memiliki tantangan tersendiri, mulai dari aksi vandalisme hingga perlunya pendampingan khusus bagi para penumpang. Meski demikian, evaluasi terus dilakukan agar pelayanan tetap optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, memastikan operasional bus sekolah gratis tetap berjalan hingga akhir tahun meski sempat terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ia menjelaskan, Dishub telah melakukan pergeseran anggaran untuk menutup kekurangan biaya operasional akibat lonjakan harga BBM yang sebelumnya diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta dalam setahun.
"Solusinya dengan menggeser kegiatan yang belum dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan BBM. Jadi insya Allah sampai akhir tahun 2026 aman untuk operasional bus sekolah," jelas Ayep.
Menghadapi hari pertama masuk sekolah, Dishub juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurai potensi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan sekolah. Petugas Daerah Operasi (Daop) akan disiagakan di sejumlah titik guna membantu pengaturan arus kendaraan.
"Biasanya pada hari pertama masuk sekolah banyak orang tua yang mengantar anaknya. Karena itu kami menyiapkan petugas di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar mobilitas tetap lancar," pungkasnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 21 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu






