Khutbah Jumat di Masjid Kejaksaan Tinggi Banten, Prof Tholabi Kharlie: Kasih Sayang dan Keadilan adalah Fondasi Peradaban
SERANG – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., menegaskan bahwa kasih sayang dan keadilan merupakan dua pilar utama yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara. Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Kejaksaan Tinggi Banten, Jumat (10/7/2026).
Mengangkat tema "Menyayangi Sesama, Menegakkan Keadilan: Jalan Menuju Rahmat Allah", Prof Tholabi menjelaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan ritual. Islam menuntun umat untuk menghadirkan kasih sayang dalam relasi sosial dan menegakkan keadilan dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, masyarakat yang damai hanya dapat terwujud apabila kedua nilai tersebut berjalan beriringan.
Dalam khutbahnya, ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Nahl ayat 90 yang memerintahkan umat Islam untuk berlaku adil, berbuat kebajikan, dan menjauhi segala bentuk permusuhan. Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa inti kehidupan beragama adalah menghadirkan kemaslahatan melalui keadilan dan kebajikan.
Prof Tholabi juga mengingatkan bahwa Rasulullah adalah teladan utama dalam menebarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk. Sikap penyayang tidak selalu diwujudkan melalui pemberian materi, tetapi juga tercermin melalui tutur kata yang baik, penghormatan kepada sesama, kepedulian terhadap yang membutuhkan, serta kemudahan yang diberikan kepada orang lain.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kasih sayang harus selalu disertai dengan keadilan. Kasih sayang tanpa keadilan berpotensi melahirkan pilih kasih, sedangkan keadilan tanpa kasih sayang dapat kehilangan dimensi kemanusiaannya. Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan antara keduanya sebagai karakter utama seorang mukmin.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, Prof Tholabi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para aparatur penegak hukum, untuk menjadikan keadilan sebagai amanah yang dijalankan secara objektif, tanpa dipengaruhi kebencian, kepentingan, maupun kedudukan seseorang.
Ia mencontohkan ketegasan Khalifah Umar bin Khattab yang tetap menegakkan keadilan meskipun pihak yang bersalah berasal dari keluarga pejabat. Kisah tersebut menunjukkan bahwa dalam Islam tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.
Menutup khutbahnya, Prof Tholabi mengajak jamaah untuk memulai penegakan keadilan dari lingkungan terdekat, seperti berlaku adil dalam keluarga, bekerja secara amanah, berdagang dengan jujur, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dengan menghindari fitnah dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Menurutnya, masyarakat yang dipenuhi kasih sayang dan keadilan akan menjadi jalan turunnya rahmat Allah sekaligus fondasi bagi kehidupan bangsa yang damai, bermartabat, dan berkeadaban.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 23 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu






