Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong, PAM Jaya Tegur PT Moya dan Minta Bertanggung Jawab
Evaluasi proyek dan penerapan K3 menyeluruh dilakukan usai insiden di proyek jaringan distribusi air bersih dekat TMII.
JAKARTA - PT Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya akan melayangkan Surat Peringatan (SP) kepada PT Moya Indonesia sekaligus meminta perusahaan tersebut bertanggung jawab penuh atas insiden yang menewaskan tiga pekerja subkontraktor saat mengerjakan proyek jaringan distribusi air bersih di saluran gorong-gorong.
Peristiwa nahas itu terjadi di depan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jalan Pintu 3 Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).
Komisaris Utama PT PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa perusahaan harus memberikan perhatian penuh terhadap penanganan insiden tersebut.
"Kami sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pengerjaan konstruksi," ujar Prasetyo, Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan informasi awal, para pekerja diduga mengalami kekurangan oksigen atau terpapar gas berbahaya saat berada di dalam ruang tertutup saluran gorong-gorong.
"Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh dan menyelesaikan persoalan ini dengan baik sesuai aspek kemanusiaan dan ketentuan hukum yang berlaku," tegas mantan Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut.
Selain menunggu hasil investigasi, PAM Jaya juga akan mengevaluasi pelaksanaan proyek sesuai perjanjian kerja sama dengan PT Moya Indonesia.
"PAM Jaya akan memberikan Surat Peringatan kepada PT Moya Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.
Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyusul insiden tersebut.
Perusahaan menegaskan keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Karena itu, standar K3 akan diperkuat agar seluruh pekerjaan konstruksi berjalan sesuai prosedur dan mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
"Keselamatan kerja merupakan prioritas dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," demikian pernyataan resmi PT Moya Indonesia, Jumat (10/7/2026).
Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa satu dari tiga korban merupakan warga negara asing (WNA), sedangkan dua korban lainnya adalah warga negara Indonesia (WNI).
Pramono menjelaskan, insiden tersebut tidak terjadi dalam operasional langsung PAM Jaya, melainkan saat pekerjaan dilakukan oleh perusahaan subkontraktor.
"Ketika terjadi, subkontraktor sedang bekerja. Betul, memang ada tiga orang korban," ujar Pramono di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Sebelumnya, petugas Pemadam Kebakaran menerima laporan permintaan evakuasi pada pukul 09.49 WIB. Sebanyak 12 personel diterjunkan ke lokasi dan mulai melakukan proses evakuasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan sejumlah peralatan penyelamatan.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada minimnya kadar oksigen atau adanya paparan gas berbahaya di dalam saluran gorong-gorong yang merupakan ruang terbatas (confined space).
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




