TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Serangan Balasan Iran Guncang Pangkalan AS, Hampir 100 Tentara Alami Luka-luka

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:32 WIB
Tentara AS. Foto : Ist
Tentara AS. Foto : Ist

IRAN – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas. Setelah lebih dari sepekan saling melancarkan serangan, Iran membalas operasi militer AS dengan menghujani sejumlah pangkalan militer Negeri Paman Sam di kawasan Teluk menggunakan rudal.


Kementerian Pertahanan AS mengungkapkan, hampir 100 personel militer mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Juru Bicara Pentagon menjelaskan, sebagian besar korban menderita gegar otak ringan akibat ledakan.


Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebutkan, sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, sedikitnya 17 personel militer AS dilaporkan tewas dan sekitar 420 lainnya mengalami luka-luka.


Pentagon juga mengonfirmasi tiga personel militer AS tewas dalam serangan akhir pekan lalu, masing-masing dua orang di Yordania dan satu orang di Irak utara. Selain itu, satu personel lainnya masih dinyatakan hilang.


Presiden AS Donald Trump mengecam keras serangan tersebut dan menegaskan Iran akan menghadapi konsekuensi berat atas jatuhnya korban di pihak militer AS.


"Kami akan memberikan respons yang sangat keras demi menghormati para patriot yang gugur," ujar Trump di Washington DC usai menghadiri final Piala Dunia 2026.


Laporan New York Times mengungkap, selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, serangan rudal Iran juga merusak sejumlah helikopter serta peralatan militer milik Pentagon.


Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi udara terhadap target-target militer Iran terus berlanjut selama sembilan malam berturut-turut. Washington mengklaim serangan itu ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.


Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. IRGC juga mengklaim berhasil menghantam sistem radar, pertahanan udara Patriot, serta fasilitas komunikasi militer AS di Pangkalan Ahmed Al-Jaber, Kuwait.


Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya kini tengah menghadapi perang skala penuh dengan Amerika Serikat. Menurutnya, selain menghadapi ancaman militer, Iran juga harus bersiap menghadapi tekanan ekonomi yang berpotensi memengaruhi stabilitas dalam negeri.


Di tengah meningkatnya ketegangan, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan global kepada seluruh warga negaranya agar meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan kembali perjalanan ke kawasan Timur Tengah. Washington juga mengingatkan adanya potensi ancaman terhadap fasilitas diplomatik dan kepentingan AS di berbagai negara.


Seorang pejabat AS yang dikutip media setempat bahkan mengungkapkan kekhawatiran bahwa persediaan rudal Amerika tidak cukup untuk menopang operasi militer berkepanjangan apabila konflik dengan Iran terus meningkat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit