TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Suara Dentuman Menggema hingga Lampung, PVMBG Duga Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 05 September 2026 | 13:33 WIB
Kepala PVMBG, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rita Susilowati. Foto : Ist
Kepala PVMBG, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rita Susilowati. Foto : Ist

JAKARTA – Suara gemuruh dan dentuman menghebohkan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, hingga Lampung pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.


Fenomena tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.20 WIB hingga 03.00 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga suara dentuman itu berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan.


Kepala PVMBG, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rita Susilowati, mengatakan erupsi Anak Krakatau berlangsung pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan suara dentuman dari masyarakat.


"Kami menduga itu memang ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," kata Rita dalam konferensi pers virtual, Sabtu (5/9/2026).


Namun, Rita menegaskan, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan pasti. Menurutnya, diperlukan pencocokan antara waktu terjadinya erupsi dengan waktu masyarakat melaporkan suara dentuman.


Rita mencontohkan fenomena serupa saat Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi pada 10 April 2020, masing-masing pukul 21.58 WIB dan 22.35 WIB. Sehari kemudian, suara dentuman dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.


Berdasarkan pemantauan BMKG saat itu, tidak terdapat gempa bumi signifikan di Jawa Barat, DKI Jakarta, maupun Banten yang dapat menjelaskan suara tersebut.
"Kesamaan waktu ini merupakan indikasi korelasi yang belum dengan sendirinya membuktikan suara dentuman secara pasti," ujar Rita.


Suara Erupsi Bisa Terdengar Jauh
PVMBG menjelaskan, suara yang ditimbulkan aktivitas erupsi gunung api dapat merambat hingga jarak yang cukup jauh.


Rita mencontohkan erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 13 Februari 2014. Saat itu, suara dentuman akibat erupsi terdengar hingga sejumlah wilayah di Jawa Tengah.


Erupsi Gunung Kelud ketika itu menghasilkan kolom erupsi setinggi sekitar 17 kilometer yang melepaskan energi akustik sangat besar.


Selain kekuatan sumber suara, kondisi atmosfer juga dapat memengaruhi jarak rambat suara. Perbedaan temperatur dan kecepatan angin dapat membuat gelombang suara terdengar lebih jauh atau lebih kuat di wilayah tertentu.
Meski demikian, kondisi atmosfer tersebut tidak serta-merta membuktikan sumber suara yang dilaporkan warga.
"Kepastian sumbernya ini tetap memerlukan pencocokan waktu erupsi dan waktu pelaporan masyarakat," kata Rita.


Anak Krakatau Kembali Aktif
PVMBG mencatat aktivitas erupsi Anak Krakatau kembali meningkat setelah sebelumnya mengalami erupsi besar yang memicu tsunami di pesisir Banten dan Lampung pada 22 Desember 2018.
Setelah kejadian tersebut, Anak Krakatau mengalami erupsi berskala rendah yang terus berlangsung sebagai bagian dari fase pertumbuhan kembali hingga 16 Desember 2023.


Gunung tersebut kemudian kembali mengalami erupsi pada 2 Juli 2026. Karena terdapat jeda aktivitas erupsi yang cukup lama, PVMBG menaikkan status Anak Krakatau dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga.
"Jeda erupsinya cukup lama. Sehingga, sejak 2 Juli 2026, levelnya kami naikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga)," ujar Rita.


PVMBG juga mencatat letusan Anak Krakatau pada 31 Agustus 2026.


Selanjutnya, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 04.40 WIB. Dalam aktivitas tersebut, gunung api melontarkan batu pijar dan abu vulkanik.
Hingga kini, PVMBG masih terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Warga Diminta Menjauh 3 Kilometer
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.


Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya berupa awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu vulkanik lebat.


" Masyarakat di wilayah Provinsi Banten dan Lampung dimohon tetap tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa, dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat," pungkas Rita.


Saya juga mengubah judul dari “Heboh Suara Dentuman...” menjadi lebih informatif dan kuat secara jurnalistik, tanpa membuat kesan bahwa PVMBG sudah memastikan dentuman berasal dari Anak Krakatau.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit