Tebas Desak Infantino Mundur dari FIFA
Presiden La Liga nilai kebijakan FIFA merusak industri sepak bola.
SPANYOL – Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Tebas bahkan secara terbuka mendesak Infantino mundur dari jabatannya karena dinilai telah membawa sepak bola ke arah yang keliru melalui sejumlah kebijakan kontroversial.
Dalam wawancara dengan harian Italia La Gazzetta dello Sport, Tebas menyoroti sejumlah keputusan FIFA selama Piala Dunia 2026. Mulai dari penerapan jeda minum wajib di setiap pertandingan, perpanjangan waktu turun minum final, penundaan sanksi terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, hingga wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara.
Saat ditanya apakah Infantino sebaiknya mengundurkan diri, Tebas menjawab tanpa ragu.
"Menurut saya, ya. Waktunya sudah habis," tegasnya.
Meski demikian, Tebas menilai peluang Infantino lengser masih kecil karena mendapat dukungan kuat dari banyak federasi anggota FIFA. Ia bahkan menyebut sistem pemilihan presiden FIFA sudah tidak sehat karena hampir tidak ada calon yang berani menantang petahana.
Menurut Tebas, selama berada di Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026, ia mendengar banyak keluhan terhadap kepemimpinan Infantino. Namun, sebagian besar hanya sebatas kritik tanpa tindakan nyata.
"Banyak yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan Infantino, tetapi tidak ada yang bertindak. Mereka tahu sepak bola sedang dirugikan," ujarnya.
Tebas juga menyoroti keputusan FIFA menunda pelaksanaan hukuman skorsing Folarin Balogun menjelang laga 16 besar Amerika Serikat melawan Belgia. Ia menilai kebijakan tersebut sangat kontroversial, terlebih muncul dugaan adanya intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Kasus itu sangat serius. Beruntung Belgia mengalahkan Amerika Serikat. Jika tidak, dampaknya bisa sangat besar bagi FIFA," katanya.
Sikap kritis terhadap FIFA sebelumnya juga ditunjukkan Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang memilih tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes.
Selain itu, Tebas menolak rencana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. Menurutnya, kompetisi domestik merupakan fondasi utama sepak bola dunia dan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan turnamen empat tahunan.
Ia juga mengkritik aturan jeda minum wajib selama tiga menit yang diterapkan di setiap pertandingan. Menurutnya, kebijakan tersebut lebih menguntungkan kepentingan siaran televisi daripada benar-benar melindungi kesehatan pemain.
"Jeda minum itu hanya alasan. Di La Liga aturan itu diterapkan hanya jika cuaca benar-benar ekstrem. Di beberapa stadion Piala Dunia bahkan berpendingin udara. Itu lebih terlihat sebagai jeda iklan daripada kebutuhan pemain," pungkasnya.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu



