TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Guru SMPN 7 Tangsel Melayat, Antar Siswa Korban Tenggelam ke Peristirahatan Terakhir

Reporter: Ferdy Salim
Editor: Ari Supriadi
Senin, 27 Juli 2026 | 14:24 WIB
Wali kelas dan dewan guru SMPN 7 Tangsel melayat ke kediaman NAS (13), siswa korban tenggelam di Sungai Cisadane, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, Senin (27/7/2026). (Dok. SMPN 7 Tangsel)
Wali kelas dan dewan guru SMPN 7 Tangsel melayat ke kediaman NAS (13), siswa korban tenggelam di Sungai Cisadane, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, Senin (27/7/2026). (Dok. SMPN 7 Tangsel)

SETU – Suasana duka menyelimuti keluarga besar SMP Negeri 7 Tangerang Selatan (Tangsel) setelah salah seorang siswanya, NAS (13), ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di Sungai Cisadane, kawasan Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Senin (27/7/2026).

 

Wali kelas bersama sejumlah dewan guru SMPN 7 Tangsel mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Mereka juga turut mengantarkan doa dan memberikan penghormatan terakhir hingga prosesi pemakaman.

Perwakilan SMPN 7 Tangsel mengatakan, kepergian NAS meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar sekolah.

 

"Kami keluarga besar SMPN 7 Tangerang Selatan merasa sangat kehilangan. Almarhum merupakan bagian dari keluarga besar sekolah. Kami mendoakan semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar perwakilan SMPN 7 Tangsel.

 

NAS sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Cisadane pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB saat berenang bersama sekitar enam orang rekannya.

Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengatakan korban diduga tidak dapat berenang. Rekan-rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tidak berhasil karena kelelahan.

 

 

Selama tiga hari, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian melalui jalur air dan darat. Operasi melibatkan Basarnas, BPBD Kota Tangerang Selatan, Damkar Tangsel, TNI, Polri, PMI, relawan, Mapala, serta masyarakat setempat.

 

"Alhamdulillah pada pencarian hari ketiga korban berhasil ditemukan sekitar pukul 08.20 WIB dalam kondisi mengambang di air. Selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga," kata Dian.

 

Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik awal diduga hanyut. Setelah dievakuasi ke pos lapangan, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

Kehadiran wali kelas dan para guru di rumah duka hingga pemakaman menjadi bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan. Pihak sekolah berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit