Budi Rustandi Turun Tangan Selesaikan Pembangunan MDT Nurul Iman
SERANG – Setelah tiga tahun pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Iman terhenti, Wali Kota Serang, Budi Rustandi turun langsung melihat kondisi bangunan sekaligus memberikan bantuan untuk mendorong pembangunan kembali dilanjutkan.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Serang, Kamis (10/9). Budi melihat langsung kondisi fisik bangunan MDT Nurul Iman yang hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bangunan yang semestinya menjadi tempat puluhan anak menimba ilmu agama itu justru harus dibiarkan terbengkalai. Selama pembangunan terhenti, kegiatan belajar mengajar terpaksa berlangsung dengan menumpang di rumah-rumah warga dan majelis taklim di sekitar Kampung Padek.
Kondisi tersebut bukan hanya menyulitkan proses belajar mengajar, tetapi juga berdampak terhadap jumlah siswa. Dari sebelumnya lebih dari 100 anak, kini jumlah siswa MDT Nurul Iman menyusut menjadi sekitar 50 orang.
Budi mengatakan, persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar karena keberadaan madrasah memiliki nilai sosial dan sejarah yang kuat bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, lahan MDT Nurul Iman merupakan tanah wakaf yang sejak awal diperuntukkan bagi kepentingan umat, khususnya untuk pendidikan keagamaan.
"Kebetulan kakek dari pengurus yayasan mewakafkan tanah ini untuk kebutuhan umat dengan membangun madrasah," kata Budi.
Bahkan, kata dia, lokasi tersebut pada masa lalu pernah dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan formal masyarakat sekitar.
"Zaman dahulu tempat ini juga sempat ditumpangi untuk kegiatan Sekolah Dasar (SD)," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Budi memastikan Pemerintah Kota Serang akan ikut membantu mencari solusi, khususnya terkait persoalan administrasi yayasan yang selama ini menjadi salah satu kendala agar pembangunan dapat kembali berjalan.
Tak hanya melalui dukungan pemerintah, Budi juga memberikan bantuan secara pribadi sebagai bentuk kepedulian sekaligus pemantik bagi keberlanjutan pembangunan MDT Nurul Iman.
"Kita akan urus administrasinya. Ada juga sedikit sumbangan pribadi dari saya untuk pembangunan. Insyaallah, mudah-mudahan menjadi amal ibadah bagi kita semua," tegasnya.
Sementara itu, Pengurus Yayasan MDT Nurul Iman, Ustaz Ja'far, mengungkapkan pembangunan madrasah telah terhenti selama kurang lebih tiga tahun akibat keterbatasan biaya.
Selama periode tersebut, yayasan hanya mengandalkan swadaya masyarakat dan donatur untuk mempertahankan kegiatan pendidikan.
"Dulu murid kami lebih dari seratus orang. Karena tidak ada bangunan dan harus menumpang belajar di rumah warga atau majelis taklim, jumlah murid menyusut menjadi sekitar lima puluh anak," ungkap Ja'far.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi yayasan. Selain harus memikirkan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, pihaknya juga terus berupaya mencari sumber pendanaan untuk melanjutkan pembangunan.
"Selama tiga tahun pembangunan terhenti total karena terkendala dana. Kami belum pernah mendapat dana hibah dari Pemkot Serang maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Selama ini kami murni mengandalkan donatur dari jemaah pengajian," paparnya.
Karena itu, kedatangan Wali Kota Serang menjadi harapan baru bagi pengurus yayasan. Ja'far berharap perhatian pemerintah dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pembangunan madrasah sekaligus mengembalikan semangat belajar anak-anak di Kampung Padek.
Bantuan yang diterima MD Nurul Iman nantinya akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar. Pada tahap awal, yayasan menargetkan pembangunan tiga ruang kelas utama dan satu ruang kantor guru.
Pembangunan fasilitas tersebut dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar tidak lagi berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Dengan tersedianya ruang belajar yang layak, pihak yayasan optimistis kegiatan pendidikan dapat berjalan lebih nyaman dan jumlah siswa yang sebelumnya menurun dapat kembali bertambah.
"Kami berharap pembangunan bisa kembali berjalan sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan jumlah siswa yang sempat berkurang dapat kembali bertambah," kata Ja'far.
Bagi masyarakat Kampung Padek, pembangunan kembali MDT Nurul Iman bukan sekadar menghadirkan bangunan baru. Lebih dari itu, madrasah tersebut diharapkan kembali menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan agama sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Kini, setelah tiga tahun menunggu, harapan itu kembali terbuka. Dukungan pemerintah, yayasan, masyarakat, dan para donatur menjadi modal penting agar bangunan yang sempat mangkrak tersebut benar-benar kembali hidup dan segera dipenuhi aktivitas belajar anak-anak Kampung Padek.(*)
Olahraga | 16 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu






