TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Tata Kelola Parkir Masih Jadi Persoalan

Evaluasi Festival Cisadane

Reporter & Editor : Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:30 WIB
ils
ils

TANGERANG-- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengevaluasi penyelenggaraan Festival Cisadane sebagai langkah meningkatkan kualitas acara agar mampu masuk dalam jajaran festival terbaik nasional. Dari hasil evaluasi, persoalan tata kelola parkir menjadi catatan utama yang akan dibenahi pada penyelenggaraan berikutnya.

 

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan, sistem parkir perlu ditata lebih baik dengan menyiapkan kantong-kantong parkir di luar kawasan festival. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar arus keluar-masuk kendaraan selama festival berlangsung.

 

“Evaluasinya ada pada perparkiran. Ke depan kami harus menyiapkan kantong-kantong parkir di luar titik area sepanjang Sungai Cisadane yang mampu menampung kendaraan roda dua maupun roda empat sehingga sirkulasi kendaraan lebih lancar,” ujar Maryono usai apel pagi, Senin (27/7).

 

Menurutnya, keterbatasan ruang di sekitar lokasi festival menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, penyediaan kantong parkir di sejumlah titik strategis akan menjadi pekerjaan rumah yang diprioritaskan dalam penyelenggaraan Festival Cisadane berikutnya.

 

Di luar persoalan parkir, Maryono menilai pelaksanaan Festival Cisadane menunjukkan perkembangan positif. Partisipasi pelaku UMKM maupun pengisi acara meningkat dibanding tahun sebelumnya dan memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di kawasan festival.

 

“Kalau kepesertaan UMKM sudah luar biasa. Ada peningkatan jumlah peserta dan juga perputaran ekonomi selama Festival Cisadane,” katanya. Berdasarkan laporan panitia, Festival Cisadane 2026 berhasil mencatatkan transaksi ekonomi yang hampir mencapai Rp10,5 miliar.

 

Jumlah booth peserta juga meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 90 booth pada 2025 menjadi 190 booth pada 2026. Peningkatan tersebut turut mendorong kenaikan omzet pelaku UMKM serta tingkat hunian hotel di Kota Tangerang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

 

Selain dampak ekonomi, Pemkot Tangerang juga menegaskan komitmennya menjadikan Festival Cisadane sebagai festival berkelas nasional yang mengusung konsep green event atau penyelenggaraan acara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

 

 Maryono mengatakan, festival ke depan tidak hanya ditargetkan meningkatkan jumlah pengunjung dan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

 

“Ini sangat membanggakan bahwa di tengah besarnya antusiasme festival, kita tetap menjaga komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Kami berkomitmen agar Festival Cisadane di masa mendatang semakin berkualitas, tertata, inklusif, ramah lingkungan, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti aksi bersih Sungai Cisadane, penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta edukasi lingkungan yang melibatkan masyarakat. Menurut Maryono, keberhasilan Festival Cisadane masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

 

“Saya optimistis, dengan semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Festival Cisadane bukan hanya mampu mempertahankan posisinya sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara, tetapi juga terus meningkatkan kualitasnya hingga menjadi salah satu festival terbaik di Indonesia,” katanya. 

 

Pada kesempatan tersebut, Maryono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Cisadane, mulai dari TNI, Polri, DPRD, perangkat daerah, pelaku UMKM, masyarakat, hingga penyelenggara acara yang dinilai berhasil menyukseskan festival tahun ini. 

 

Pengelolaan Sampah

 

Selama lima hari penyelenggaraan, Pemerintah Kota Tangerang berhasil mengumpulkan dan mengelola 14,3 ton sampah, dengan sekitar 75 persen di antaranya dipilah dan didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomis.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urip Hermawan, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan festival tahun ini. Pemkot menggandeng komunitas lingkungan untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak hari pertama kegiatan.

 

“Di Festival Cisadane tahun ini kami berhasil menjaring sekitar 14,3 ton sampah. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen dapat dipilah dan didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” ujar Boyke. 

 

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, komunitas lingkungan, sponsor, media, serta masyarakat yang bersama-sama menjaga kebersihan kawasan festival. Festival Cisadane, kata dia, tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga media edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

 

“Festival Cisadane bukan hanya menjadi ruang hiburan dan promosi budaya, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan mengelolanya agar memiliki nilai tambah,” katanya.

 

Boyke menambahkan, keberhasilan Festival Cisadane 2026 juga ditopang kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan sponsor. Sinergi tersebut membuat festival berlangsung lebih meriah sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit