Final US Open 2026 Dipastikan Milik Amerika, Tiafoe atau Shelton?
NEW YORK — Amerika Serikat memastikan satu tempat di final tunggal putra US Open 2026. Tiket ke partai puncak akan menjadi milik salah satu dari dua petenis tuan rumah, Frances Tiafoe atau Ben Shelton.
Kepastian tersebut didapat setelah Tiafoe dan Shelton sama-sama melewati babak perempat final. Shelton mencuri perhatian dengan menumbangkan juara bertahan Carlos Alcaraz, sementara Tiafoe lebih dulu mengamankan tiket semifinal setelah mengalahkan sesama petenis Amerika, Alex Michelsen.
Kini, kedua wakil tuan rumah itu harus saling berhadapan pada semifinal. Hasil pertandingan tersebut akan memastikan siapa yang menjadi wakil Amerika di final US Open 2026.
Peluang ini menjadi momentum penting bagi tenis putra Amerika Serikat. Negeri Paman Sam masih menantikan juara tunggal putra Grand Slam sejak Andy Roddick mengangkat trofi US Open pada 2003.
Amerika sebenarnya kembali mendekati gelar di New York pada 2024 ketika Taylor Fritz melaju hingga final. Namun, langkahnya terhenti sebelum membawa pulang trofi.
Shelton melangkah ke semifinal dengan kemenangan dramatis atas Alcaraz. Petenis unggulan kedelapan itu harus bertarung selama empat jam 28 menit sebelum menaklukkan petenis Spanyol tersebut dalam lima set, 6-7(5), 6-1, 6-3, 1-6, 7-6(7).
Laga bahkan berakhir pada pukul 03.33 waktu setempat. Pertandingan tersebut tercatat sebagai duel yang selesai paling larut dalam sejarah US Open.
Shelton memastikan kemenangan melalui tie-break set kelima. Ia menutup pertandingan dengan ace ketujuhnya yang melaju sekitar 235 kilometer per jam.
Kemenangan itu juga menjadi pencapaian bersejarah bagi Shelton. Untuk pertama kalinya dalam karier, ia berhasil mengalahkan petenis yang berada di tiga besar ranking dunia. Ia juga menjadi petenis Amerika pertama yang mampu menundukkan Alcaraz di ajang Grand Slam.
“Saya sangat bersyukur dan merasa diberkati. Tuhan telah memberkati saya dengan begitu banyak hal sehingga bisa berada di sini di hadapan kalian malam ini,” kata Shelton seperti dikutip Sky Sport.
Pertandingan sebenarnya diawali dengan keunggulan Alcaraz. Ia merebut set pertama melalui tie-break. Namun, Shelton kemudian menemukan ritme permainannya dan mengambil alih kendali.
Petenis kidal itu tampil agresif melalui servis keras, pengembalian bertenaga, dan groundstroke menyilang. Shelton bahkan menyapu sembilan gim secara beruntun untuk merebut set kedua 6-1.
Set ketiga kembali menjadi milik Shelton. Ia unggul 2-1 dan semakin dekat dengan kemenangan. Namun, Alcaraz menunjukkan mental juara dengan bangkit pada set keempat dan menang 6-1 untuk memaksakan set penentuan.
Drama semakin sengit pada set kelima. Shelton sempat memperoleh peluang break ketika kedudukan 4-4, tetapi Alcaraz mampu menggagalkannya. Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui tie-break.
Shelton sempat unggul 3-1 sebelum Alcaraz membalikkan keadaan menjadi 5-3. Namun, Shelton kembali bangkit dan membuat skor menjadi 6-6.
Dalam situasi krusial tersebut, Shelton mendapatkan mini-break untuk memimpin 8-6. Dua poin berselang, ace kerasnya memastikan kemenangan atas Alcaraz.
“Saya menghargai setiap momen ketika berada di lapangan ini,” ujar Shelton.
Dukungan penonton di Arthur Ashe Stadium turut menjadi energi tambahan bagi Shelton. Meski pertandingan berlangsung hingga dini hari, publik New York tetap bertahan menyaksikan drama panjang tersebut.
Kini, perhatian beralih kepada semifinal sesama petenis Amerika. Tiafoe dan Shelton akan memperebutkan satu tiket menuju final sekaligus menjaga asa Amerika Serikat mengakhiri penantian panjang gelar tunggal putra US Open.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 8 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu






